Minggu, 21 Februari 2021

SISTEM KENDALI INSTALASI PENERANGAN (SMART BUILDING) SEDERHANA

Oleh Dwi Hani N    

Smart building merupakan sebuah konsep teknologi otomatis pada bangunan yang dapat memberikan kenyamanan dan efisiensi energi serta keamanan.

    Prinsip kerja smart building ini adalah integrasi berbagai komponen pada bangunan. Hampir semua bagian atau komponen bangunan bisa dikelola secara otomatis. Oleh karena itu bisa disebut juga dengan Building Automation System atau BAS.  

Yang dapat diotomatisasikan diantaranya adalah

 

¨  control lighting ( lampu ), Misalnya saat hari yang cerah, tirai terbuka otomatis dan lampu dapat padam otomatis. Dan apabila  cuaca/situasi mendung atau hujan  lampu otomatis akan menyala dan tirai akan otomatis tertutup. Tingkat pencahayaan juga bisa diatur lebih detail lagi.  


¨  HVAC  (Heating, Ventilation and Air Conditioning” ( Pemanas, ventilasi dan pendingin ruangan/AC ) Dengan menggunakan sensor temperatur dan suhu. Bisa diatur pada suhu berapa AC atau pemanas dinyalakan atau dimatikan. Kapan tirai dan jendela dibuka atau ditutup.


¨  Scurity (keamanan), Adanya CCTV, door lock, sensor, dan alarm yang terintegrasi, menjadikan bangaunan lebih aman. Saat ini sudah ada berbagai jenis door lock yang tersedia di pasaran. Mulai dari yang menggunakan sidik jari, QR Code, barcode, RFID (Radio Frequency Identification), dan sebagainya


¨  Water control, untuk mengisi tangki air secara otomatis


¨  Parkir Otomatis dapat juga dilengkapi dengan inormasi jumlah kendaraan masuk dan keluar sertapemberitahuan parkir penuh dan sebagainya.


¨  Emergency untuk deteksi kebakaran


¨  Deteksi pemakaian energi listrik/ Electrical current (CT) sensors pada smart building adalah memperhitungkan penggunaan energi yang digunakan pada keseluruhan pemakaian energi pada instalasi

 

    Sistem kendali instalasi penerangan (Smart Building) dalam skala kecil semisal Home Automation, yaitu  mengintegrasikan perangkat listrik satu sama lain dalam sebuah rumah. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan sensor. Penerapan konsep smart building untuk penerangan, salah satu diantarana adalah dengan mengoptimalkan penggunaan penerangan alami disiang hari dan menggunakan penerangan buatan (lampu) sesuai kebutuhan. Hal ini dilakukan dengan mengintegrasikan penerangan alami dan penerangan buatan dengan alat kontrol/sensor yang berkonsep smart building.

    Sebuah  sistem kendali sederhana dapat dibuat dalam bentuk diagram blok seperti pada bagan berikut :

Contoh soal

Suatu sistem instalasi yg menggunakan sensor cahaya untuk mengoperasikan motor 1 fasa dengan ketentuan, jika situasi redup maka motor akan menggerakkan tirai untuk turun/ menutup , dan lampu di dalam ruangan dan di teras akan menyala. Jika situasi terang maka motor akan menggerakkan tirai untuk membuka dan lampu dalam ruangan dan di teras akan mati.  Buatlah Ladder diagram sistem instalasi tersebut dan Gambarkan  pengawatan I/O pada perangkat pemrograman (zelio smart relay/ PLC)

Ø  Penyelesaian

 



Keterangan tambahan : Ls adalah Limit Switch.

                                      Emg adalah Emergency Stop untuk mematikan seluruh rangkaian

Berikut ini adalah penyambungan photocell pada terminal input perangkat pemrograman


    Demikian uraian singkat tentang konsep sederhana automatisasi instalasi penerangan. Semoga bermanfaat. 

Jumat, 12 Februari 2021

SENSOR GERAK PIR (Passive Infra Red)

Oleh Dwi Hani N

Sensor PIR (Passive Infra Red) adalah perangkat  yang berfungsi untuk mendeteksi suhu tubuh manusia. Sensor PIR bersifat pasif, yang berarti sensor ini tidak memancarkan sinar infra merah terus menerus, tetapi hanya menerima radiasi sinar infra merah dari obyek luar. Sensor PIR hanya akan mendeteksi jika obyek bergerak atau secara teknis saat terjadi adanya perubahan pancaran infra merah. Sensor PIR hanya dapat mendeteksi pancaran infra merah dengan panjang gelombang 8-14 mikrometer. Manusia memiliki suhu badan yang dapat menghasilkan pancaran infra merah dengan panjang gelombang antara 9-10 mikrometer, panjang gelombang tersebut dapat terdeteksi oleh sensor PIR sehingga membuat sensor ini sangat efektif digunakan sebagai human detektor.

PETUNJUK PEMASANGAN sensor EVACO RS8B PIR180º MOTION SENSOR


 PIR 180 adalah detektor passive infrared (PIR) yang berdiri sendiri dengan penanganan daya maksimum 1200 watt pada tegangan 220 Volt.  PIR  bereaksi seketika terhadap panas tubuh dan mengaktifkan  beban (misalnya lampu sorot exsterior), kemudian setelah beberapa waktu mati secara otomatis.  PIR 110 dan PIR 180º masing-masing memiliki sudut deteksi 180 derajat.  photocell menonaktifkan sensor gerak di siang hari.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memasang sensor ini, adalah Pada saat memasang / meng instalasi sensor, tegangan sumber dalam kondisi  tidak boleh masuk (terputus dari sumber tegangan ). Area deteksi pergerakan panas secara horizontal dan vertikal hingga sejauh 12 meter.   

Penyesuaian tingkat cahaya sekitar dapat dilakukan melalui knob kontrol cahaya (Knob Light delay) untuk mengaktifkan sensor pada tingkat cahaya yang berbeda ataupun memungkinkan sensor untuk dinonaktifkan

Knob Time delay Ini digunakan untuk menyesuaikan lamanya waktu antara cahaya diaktifkan dan dinonaktifkan. Waktu setting/pengaturan antara 8 detik ± 3 detik hingga 15 menit ± 3 menit.

Langkah Pemasangan   

  1. Matikan sumber tegangan /isolasi pasokan listrik . 
  2. Buka kedua sekrup kepala  pada casing dan lepaskan.
  3. Pilih posisi PIR.  Pasang alas menggunakan tiga lubang pemasangan.  Posisi sensor harus berada pada ketinggian antara 0.5m dan 3.5m dan menghadap area yang membutuhkan jangkauan.  Benda padat di depan sensor akan dapat memblokir sensitivitas yang secara serius mengurangi kinerja sensor ini.  Jangan memasang di area dengan perubahan suhu ekstrim seperti pemanas sentral atau pengondisian udara karena ini akan sangat mengganggu kinerja sensor. 
  4. Hubungkan catu daya dan beban yang diinginkan Pasang kembali sensor ke unit semula. 
  5. Setelah memeriksa semua koneksi, hubungkan ke sumber listrik
Berikut ini cara penyambungan kabel/ pengawatan sensor EVACO RS8B PIR180º MOTION SENSOR.
Kabel warna Coklat dihubungkan pada bagian Fasa
Kabel Merah menuju beban / lampu
Kabel Biru / Hijau dihubungkan pada bagian Netral / Nol

Demikian uraian singkat tentang sensor gerak PIR180º kali ini, semoga bermanfaat

Minggu, 07 Februari 2021

Sensor Cahaya (Photocell)

 


Oleh Dwi Hani N.

Photocell adalah piranti listrik yang pada bagian dalamnya berisi komponen LDR (Light Dependent Resistor).  LDR adalah jenis Resistor yang nilai hambatan atau nilai resistansinya tergantung pada intensitas cahaya yang diterimanya. Nilai Hambatan LDR akan menurun pada saat cahaya terang dan nilai Hambatannya akan menjadi tinggi jika dalam kondisi gelap. Naik turunnya nilai Hambatan akan berbanding terbalik dengan jumlah cahaya yang diterimanya. Pada umumnya, nilai Hambatan LDR akan mencapai 200 Kilo Ohm (KΩ) bahkan lebih pada kondisi gelap dan menurun menjadi 500 Ohm (Ω) pada kondisi cahaya terang.

Berdasarkan pernyataan George Simon Ohm dalam hukum Ohm, menyatakan bahwa Tegangan berbanding Lurus dengan Tahanan pada Arus yang tetap. Sehingga Tegangan turun seiring kenaikan Intensitas Cahaya. Demikian pula sebaliknya, tegangan akan naik seiring penurunan intensitas cahaya. Misalkan sebuah lampu dikontrol dengan sebuah LDR, jika intensitas cahaya naik maka lampu akan padam. Demikian pula sebaliknya  jika intensitas cahaya turun maka lampu akan menyala. 

   

Fungsi Photocell adalah sebagai pemutus dan penghubung aliran listrik yang bekerja secara otomatis sesuai dengan intensitas cahya yang diterimanya.

Photocell banyak digunakan pada Penerangan di luar ruangan, misalnya  Penerangan Jalan Umum (PJU), lampu taman dll.

 

Dalam pemasangannya, hal yang perlu diperhatikan adalah spesifikasi dari Photocell tersebut, yaitu tegangan kerja dan nilai Arus nya, serta penempatan pemasangannya . Photocell harus dapat menangkap intensitas cahaya dari alam dan menghindari pemasangan dekat cahaya lampu secara langsung.  Berikut ini Contoh data Sensor Cahaya/ photocell Electric Lighting Control AC 220V photocell 10A



Pemasangan kabel sesuai petunjuk label Photocell, yaitu kabel warna merah dihubungkan ke beban, sumber Fasa dihubungkan ke kabel hitam dan kabel putih dihubungkan ke Netral


Untuk pemasangan dengan banyak lampu, maka dilakukan kombinasi pemasangan dengan kontaktor atau relay








Demikian ulasan #Photocell kali ini, semoga bermanfaat

Rabu, 20 Januari 2021

Cara Kerja Air Conditioner (AC) dan Komponennya

 


 

Air Conditioner merupakan seperangkat alat yang berfungsi mengkondisikan suhu ruangan yang kita inginkan, terutama menjadikan ruangan menjadi lebih rendah suhunya dibanding suhu lingkungan sekitarnya. 

Sistem Refrigerasi AC

Sistem refrigerasi AC merupakan sistem pendinginan pada AC. Bahan yang digunakan refrigerasi disebut refrigerant, contohnya Freon. Refrigerant Masuk ke kompresor kemudian dialirkan ke kondensor, di dalam kondensor dimampatkan oleh piston dalam silinder kompresor (merubah referigerant fase uap menjadi cair). Kemudian uap panas tersebut

didinginkan pada saluran pipa kondensor agar menjadi cairan. Pada saluran pipa kondenser diberi kipas untuk mempercepat proses pendinginan. Proses pelapasan panas ini disebut teknik pengembunan. Selanjutnya cairan refrigeran dimasukkan ke dalam evaporator dan dikurangi tekanannya sehingga menguap  dan menyerap panas udara sekitar. Di dalam AC bagian dalam ruangan, udara dingin disebarkan menggunakan kipas blower. Dalam bentuk uap (gas) refrigeran dihisap lagi oleh kompresor. Demikian proses tersebut berulang terus sampai gas habis terpakai dan harus diisi kembali.

 

 

Gambar Diagram alur AC

 

Komponen-Komponen AC 

Kompresor

Kompresor adalah power unit dari sistem sebuah AC. Ketika AC dijalankan, kompresor mengubah fluida kerja/refrigent berupa gas dari yang bertekanan rendah menjadi gas yang bertekanan tinggi. Gas bertekanan tinggi kemudian diteruskan menuju kondensor. Komponen-komponen penting yang terdapat pada kompresor adalah:

a) Katup Isap

Katup ini memasukkan gas refrigeran ke dalam silinder atau ruang torak. Daya isap dan kemampuan kompresor bergantung dari kecepatan gerak dan kecapatan udara dari semua bagian yang berhubungan dengan katup ini. Katup ini terbuat dari baja khusus (compressor valve steel).

b) Katup Buang

Katup buang bertugas untuk membuang gas-gas keluar dari silinder atau ruang-ruang torak. Katup-katup buang ini biasanya terbuat dari bahanbahan yang sama dengan katup-katup isap

c) Katup Servis

Katup ini berguan untuk menguji kompresor dan memperbaiki sistem pendingin

d) Bak Penampungan (Reservoir)

Penampung minyak diperlukan untuk pelumasan semua bagina-bagian. Biasanya bak engkol (crank case) digunakan sebagai bak pemapung minyak, kecuali pada kompresor-kompresor yang besar yang mempunyai sistem pelumasan khusus

 

Kondensor

Kondensor adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengubah/mendinginkan gas yang bertekanan tinggi berubah menjadi cairan yang bertekanan tinggi. Cairan lalu dialirkan ke orifice tube.

Ada beberapa jenis kondensor menurut sistem pendinginannya:

a)      Pendinginan Air

b)      b) Pendinginan Udara

c)      Penguapan Air

d)     Kombinasi Pendinginan Udara dan Air

Evaporator/pendingin

refrigent menyerap panas dalam ruangan melalui kumparan pendingin dan kipas evaporator meniupkan udara dingin ke dalam ruangan. Refrigent dalam evaporator mulai berubah kembali menjadi uap bertekanan rendah, tapi masih mengandung sedikit cairan.

Campuran refrigent kemudian masuk ke akumulator / pengering. Ini juga dapat berlaku seperti mulut/orifice kedua bagi cairan yang berubah menjadi uap bertekanan rendah yang murni, sebelum melalui kompresor untuk memperoleh tekanan dan beredar dalam sistem lagi. Biasanya, evaporator dipasangi silikon yang berfungsi untuk menyerap kelembapan dari refrigent.

Orifice Tube

di mana cairan bertekanan tinggi diturunkan tekanan dan suhunya menjadi cairan dingin bertekanan rendah. Dalam beberapa sistem, selain memasang sebuah orifice tube, dipasang juga katup ekspansi.

Katup ekspansi

Katup ekspansi, merupakan komponen terpenting dari sistem. Ini dirancang untuk mengontrol aliran cairan pendingin melalui katup orifice yang merubah wujud cairan menjadi uap ketika zat pendingin meninggalkan katup pemuaian dan memasuki evaporator/pendingin. Jenis katup ekspansi ada lima yaitu:

a) Pelampung sisi atas (high side float)

b) Pelampung sisi bawah (low side float)

c) Katup ekspansi thermostatis otomatis, dan

d) Lubang tetap (fixed bore).

Kipas

Fungsi kipas pada AC digunakan untuk mengalirkan udara dalam sistem. Kipas yang sering digunakan dalam sistem AC yaitu kipas sentrifugal (blower) dan kipas propelar. Kipas sentrifugal atau blower diletakkan di dalam ruangan. Fungsi blower adalah meniup udara dingin di dalam ruangan. Sedangkan kipas propelar diletakkan di luar ruangan tugasnya membuang udara panas pada sisi belakang atau aplikasi kondensor

Motor Listrik

Pada AC, motor listrik dipakai sebagai penggerak kompresor, pompa dan kipas. Pengubahan energi listrik menjadi energi mekanik dilakukan dengan memanfaatkan sifat-sifat gaya magnetik. 

-       Permanent Split Capasitor (PSC)

Motor listrik PSC ini banyak digunakan pada sistem AC. Arus mengalir pada running dan starting winding motor. Pada motor ini hanya mempergunakan satu kapasitor, yaitu kapasitor Run yang dipasang antara terminal R dan S secara seri terhadap starting winding.



-      Motor Split-Phase (fasa belah)

Efisiensi motor split-phase pada waktu berjalan sangat baik dan puntiran (torsi) awalnya termasuk sedang (medium). Pada umumnya motor jenis ini memliki empat kutub yang diatur sedemikan rupa sehingga mampu beroperasi sebagai motor dan kutub. Yaitu dengan mengubah  hubungan listrik pada terminalnya

Ketika mulai bekerja, sakelar mulai (start) mengalirkan arus listrik ke kumparan start. Sakelar terus menutup sampai kecepatan motor 75% dari kecepatan normal. Sakelar akan membuka atau memutuskan hubungan arus listrik ke kumparan start dan hanya bekerja dengan kumparan run ketika kecepatan penuh Motor split-phase biasanya dipakai untuk menggerakan kipas karen beban tarikannya tidak terlalu besar sehingga kurang cocok untuk digunakan sebagai penggerak kompresor.

-      Motor Shaded Pole (kutub bayangan)

Motor shaded pole memliki puntiran (torsi) awal yang sangat kecil dan efisiensinya juga sangat rendah. Oleh karena itu, motor shaded pole hanya digunakan sebagai penggerak kipas pada kondesor ataupun pada blower. 

Thermostat

Thermostat adalah sebuah alat untuk mendeteksi temperatur ruangan operasi agar tetap pada kondisi temperatur yang diinginkan. Alat pendeteksi yang digunakan biasanya berupa bimetal yang sensitif terhadap perubahan temperatur ruangan.  

 

Jumat, 15 Januari 2021

Bagian – Bagian Adaptor dan Prinsip kerjanya

Oleh Dwi Hani N



Adaptor adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengubah tegangan listrik AC (Alternating Current) menjadi tegangan listrik DC (Direct Current).  

Komponen Adaptor

Sumber arus AC
PLN memiliki tegangan 220V AC dengan  frekuensi 50 Hz.

Transformator (Trafo)
Prinsip Kerja 
Secara umum, transformator memiliki 3 bagian seperti berikut:
Kumparan Primer (Np) adalah tempat masukkan tegangan mula – mula.
Kumparan Sekunder (Ns) adalah tempat dialirkannya tegangan hasil.
Inti Besi (inti magnetik) terbuat dari bahan lapisan plat dinamo yang disusun berlapis – lapis
 Kumparan kawat terisolasi ini dililitkan pada sebuah besi yang dinamakan dengan Inti Besi (Core).  Ketika kumparan primer dialiri arus AC (bolak-balik) maka akan menimbulkan medan magnet atau fluks magnetik disekitarnya. Kekuatan Medan magnet (densitas Fluks Magnet) tersebut dipengaruhi oleh besarnya arus listrik yang dialirinya. Semakin besar arus listriknya semakin besar pula medan magnetnya. Fluktuasi medan magnet yang terjadi di sekitar kumparan pertama (primer) akan menginduksi GGL (Gaya Gerak Listrik) dalam kumparan kedua (sekunder) dan akan terjadi pelimpahan daya dari kumparan primer ke kumparan sekunder. 
  
 

Dalam transformator dapat dibuat suatu persamaan atau rumus  transformator

Vp/Vs  =  Np/Ns



Vp = tegangan di dalam kumparan primer.
Vs = tegangan di dalam kumparan sekunder.
Np = banyaknya lilitan di dalam kumparan primer.
Ns = banyaknya lilitan di dalam kumparan sekunder.


Dilihat dari  perubahan tegangan yang dihasilkan, transformator dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

a. Transformator Step – Up
 Berfungsi untuk menaikkan  tegangan bolak – balik, ciri – cirinya sebagai berikut ini:
Tegangan   kumparan sekunder lebih besar daripada tegangan kumparan primer (Vs > Vp).
Jumlah lilitan kumparan sekunder lebih banyak dari kumparan primer 
(Ns > Np).
Arus kumparan primer lebih besar dari arus listrik kumparan sekunder 
(Ip > Is).

b. Transformator Step – Down
Berfungsi untuk menurunkan tegangan tegangan bolak – balik . Kapasitas trafo dinyatakan dalam satuan Ampere,  Ukuran trafo yang terdapat dipasaran  mulai dari 500 mA, 1A, 2A, 3A, 5A, 10A, 20A, 30A, 50A, hingga 100A. semakin besar ukuran kapasitas trafo, maka semakin besar pula ukuran fisik dari trafo. 
.

3. Bagian Penyearah 
Dioda
Adalah komponen pasif linear yang mempunai 2 elektroda, yaitu A + (Anoda) dan K – (Katoda). Dioda penyearah adalah dioda  yang dipakai untuk menyearahkan arus AC menjadi DC. 
- Dioda Jembatan
  Cara kerja bridge diode/ dioda jembatan,  dapat melihat gambar dibawah ini :


4. Filter/ Penyaring
Untuk menstabilkan tegangan dibutuhkan komponen Kapasitor (Kondensator) yang berjenis Elektrolit atau ELCO (Electrolyte Capacitor).





Senin, 21 September 2020

Menggulung Ulang Kumparan Stator Motor Induksi 1 fasa

Oleh Dwi Hani N

A.     Prinsip Motor 1 fasa

Disebut motor 1 fasa karena memerlukan sumber 1 fasa . Untuk mendapatkan daya mekanik pada dasarnya motor 1 fasa mempunyai prinsip kerja motor 2 fasa, karena lilitan/ kumparan  stator mempunyai 2 Kumparan, Yaitu Kumparan Utama (Running Winding) dan Kumparan Bantu (Starting Winding). Kumparan Utama(Ku) mempunyai luas penampang kawat lebih besar dan jumlah lilitannya lebih banyak. Sedang  Kumparan bantu (Kb) umumnya mempunyai luas penampang kawat lebih  kecil dan jumlah lilitannya lebih sedikit. Berdasarkan konstruksi ini, maka arus magnetik yang mengalir pada tiap kumparan mempunyai perbedaan fasa. Bentuk gelombang arus magnetik / flux tiap kumparan dapat digambarkan


 


Dari kedua flux magnet yang ada pada kumparan stator tersebut terjadi medan magnet putar pada celah udara. Dengan adanya medan magnet putar ini mengakibatkan momen putar sehingga motor berjalan. Jumlah putaran motor senantiasa lebih rendah dari jumlah putaran medan magnet stator. Selisih putaran tersebut dinamakan Slip (S) besarnya Slip  dinyatakan dengan rumus

S = (Ns-Nr): Ns

Biasanya motor induksi 1 fasa, lilitan bantu dilengkapi saklar sentrifugal, yaitu suatu saklar yang dapat memutuskan rangkaian secara otomatis, jika putaran sudah mendekati serempak, saklar tersebut akan terbuka. Sehingga lilitan bantu sudah tidak berfungsi lagi. Pada dasarnya lilitan bantu pada motor induksi 1 fasa akan berfungsi untuk mendapatkan torsi awal yang lebih besar.

Ø  Langkah Kumparan

Adalah sudut kisar yang dibentuk antara ke dua sisi kumparan. Untuk mendapat kopel putar maksimal , langkah kumparan harus sama dengan 1 jarak kutub. Satu jarak kutub adalah kisar sudut antara kutub Utara dan kutub Selatan yang paling dekat. Jarak kutub disebut Tho (s).

1 jarak kutub = 180o listrik. Bila jumlah pasang kutub = P, maka jumlah kutub = 2P .

perbandingan antara derajat lingkaran (derajat busur = obs) dan derajat listrik (oel) kita kaitkan dengan kutub, adalah seperti contoh berikut  :

P = 1, maka 360obs     = 1 x 360oel

P = 2, maka 360obs     = 2 x 360oel

P = 3, maka 360obs     = 3 x 360oel

Dengan demikian perbandingan antara obs dan oel dapat dituliskan dengan rumus:

ao  bs = P x ao eL

Bila jumlah alur adalah G,                  1 keliling stator = 2P

Jadi jarak 1 kutub = 180 o L                 = G : 2p

Misal gambar berikut ini adalah motor 1 fasa yang mempunyai 12 alur    


                                   

                                                                                                           

Maka G = 12 alur,       jarak 1 kutub = 12 : 2 = 6 alur

Yaitu 6 alur kutub utara, 6 alur kutub selatan 

Ø  Jumlah Alur per kutub per fasa

Apabila jumlah fasa = m, maka masing–masing fasa akan memiliki kumparan bagian sebanyak G/2p.m, sehingga pada setiap kutub untuk masing–masing fasa akan menempuh alur sebanyak G/2p.m alur. jumlah alur untuk setiap kutub tiap fasa menjadi g = G/2p.m alur.

Ø  Menempatkan Kumparan (Pergeseran Tempat)

Untuk menempatkan kumparan pada setiap fasa, maka harus selalu ditempatkan saling bergeseran tempat. Hal semacam ini bertujuan agar kopel putar yang dihasilkan saling bergeseran fasa. Rumus yang digunakan

Tho P = G : 2P

q = G : (2P x m)

K = G : 2P

KAR = 360 o r : G

KAL = KAR x P

Kp = 120 o : KAL

Keterangan

Tho P = Langkah alur dari sisi kumparan 1 ke sisi kumparan ke 2

G = Jumlah alur

2 P = Jumlah kutub

q = banyak kumparan tiap kelompok

m = jumlah fasa

KAR = Kisar alur dalam derajat radial

KAL = Kisar alur dalam derajat listrik

Kp = Kisar fasa

K = jumlah sisi kumparan tiap kutub

Contoh

1.      Prencanaan pembagian alur untuk kumparan / kumparan utama dan kumparan bantu pada motor AC 1 fasa, 12 alur 2 kutub. Untuk rumus perhitungan gambar bentangan kumparan motor 1 fasa tidak ada rumus yang baku, tetapi dapat digunakan perebandingan antar kumparan utama dan kumparan bantu dengan menggunakan rumus

G : 2P (Jumlah alur dalam 1 kelompok)

2/3 G (Jumlah kumparan Utama)

1/3 G (Jumlah kumparan Bantu)

Jika      m = 1

G = 12

2p = 2

Maka   Ku = 2/3 x 12 = 8 alur

            Kb = 1/3 x 12 = 4 alur

G/2p = 12/2     = 6 alur dalam 1 kelompok

Ku = 2/3 x 6 = 4 alur dalam 1 kelompok

Kb = 1/3 x 6 = 2 alur dalam 1 kelompok

Langkah menggambar gambar bentangan kumparan motor AC 1 fasa, 12 alur 2 kutub

1.      Buatlah alur dan beri nomor

2.      Kumparan Ku dimulai dari no 1 masuk ke Alur no 6, menggulung konsentris ke alur no 2 ke alur no 5

3.      Dari alur no 5 masuk ke alur no 11 masuk ke alur no 8 mengguung konsentris ke luar ke no 12 masuk ke alur no 7 dan menjadi keluaran Ku

4.      Sehingga ada 4 alur Ku di kutub U dan 4 alur Ku di kutub S

5.      Masukkan Kb dimulai dari alur no 4 masuk ke alur no 9

6.      Dari alur no 9 ke alur no 3  dan keluar mealui alur no 10, sehingga terdapat 2 alur kb di kutub utara dan 2 alur kb di kutub selatan

gambar bentangan kumparan stator motor 1 fasa 12 alur 2 kutub


 

2.      Motor 1 fasa 24 alur 4 kutub

m = 1

G = 24

2p = 4

Maka   Ku = 2/3 x 24 = 16 alur

            Kb = 1/3 x 24 = 8 alur

G/2p = 24/4 = 6 alur dalam 1 kelompok

Ku = 2/3 x 6 = 4 alur dalam 1 kelompok

Kb = 1/3 x 6 = 2 alur dalam 1 kelompok



 

 

 

 

 

 

 


Contoh Perencanaan Instalasi Penerangan Listrik Sebuah Gedung

https://hanijati.blogspot.com/ Berikut ini adalah contoh denah sebuah bangunan Gedung Jurusan Listrik Rencana  B eban Instalasi Peneranganny...