Kamis, 11 November 2021

RELAY OMRON MY2N

Oleh Dwi Hani N

Merupakan Perangkat yang bekerja dengan sistem elektromagnetik untuk membuka dan menutup kontak saklar.


Bagian –bagian relay

Ada 3 bagian utama pada relay,  yaitu

  • Common adalah bagian yang dapat terhubung dengan NC dan NO
  • Coil (kumparan) adalah bagian ralay yang berguna menghasilkan medan magnet
  • Kontak berupa NO dan NC

Hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan relay  adalah dengan memperhatikan spesiikasi relay.  Misal sebuah relay 24 DC/2 A 220 V. Artinya relay bekerja dengan tegangan kontrol 24 Volt DC, kontaknya dapat bekerja sampai Arus maksimal 2 Ampere dan tegangan 220 Volt.

Kontak –kontak pada  Relay OMRON MY2N

Keterangan

13 – 14  Trigger untuk mengalirkan arus ke coil

9 – 12     Common

9 – 1       Kontak NC 

12 – 4     Kontak NC 

9 – 5       Kontak NO

12 – 8     Kontak NO


 Pemasangan relay dengan menggunakan soket/ tempat dudukan relay sesuai  dengan tipe relay-nya

Berikut adalah soket  relay omron MY2N


Contoh soal

  • Buatlah gambar desain pelaksanaan instalasi listrik secara detail dari sumber listrik PLN 1 fasa yang digunakan untuk memfungsikan sebuah relay omron type MY2N dengan input 24 Volt DC untuk menghidupkan  lampu pijar 60 W/220Volt - 50 Hz.

Jawaban


  • Buatlah desain rangkaian sebuah motor AC 1 fasa dengan keluaran 3 kabel yang dikendalikan oleh 2 buah relay Omron MY2N 24 Volt DC dengan ketentuan Relay 1 (R1) untuk arah putaran reverse dan Relay 2 (R2) untuk  arah putaran forward

Penyelesaian 



Demikian uraian tentang relay omron MY2N, semoga bermanfaat.

 

PRINSIP KERJA LIMIT SWITCH DAN FLOAT SWITCH

Oleh Dwi Hani N. 

LIMIT SWITCH

Adalah salah satu perangkat elektromekanis yang memiliki fungsi utama untuk menonaktifkan aliran apabila telah tercapai suatu limit tertentu maupun sebaliknya. Limit switch termasuk dalam kategori sensor mekanis yaitu sensor yang akan memberikan perubahan elektrik saat terjadi perubahan mekanik pada sensor tersebut. Limit switch mempunyai tuas aktuator sebagai pengubah posisi kontak terminal (dari Normally Open/ NO ke Close atau sebaliknya dari Normally Close/NC ke Open).  Posisi kontak akan berubah ketika tuas aktuator tersebut terdorong atau tertekan oleh suatu objek. Sama halnya dengan saklar pada umumnya, limit switch juga hanya mempunyai 2 kondisi, yaitu menghubungkan atau memutuskan aliran arus listrik. Dengan kata lain hanya mempunyai kondisi ON atau Off








Berikut ini dua kondisi pemasangan limit switch

Pada kondisi pertama lampu terhubung pada kondisi Limit Switch NC , sehingga begitu sistem terhubung dengan sumber tegangan, beban akan hidup/bekerja, jika Limit switch tersentuh maka sistem akan mati/ berhenti bekerja. Pada kondisi kedua lampu terhubung pada kondisi Limit Switch NO , sehingga begitu sistem terhubung dengan sumber tegangan, beban  dalam kondisi mati/ tidak bekerja, jika Limit Switch tersentuh maka sistem akan hidup/ bekerja. Berikut ini pengawatan pada jenis limit switch biasa dan pada roller mini limit switch



FLOAT SWITCH

Saklar Pelampung Air Otomatis (Float Switch / Floating Control) / Alat Pengontrol Level Air (Liquid Level Control Switch) umumnya digunakan sebagai kontrol tandon / tempat Penampungan Air. Saklar pelampung atau float switch ini, adalah sebuah unit saklar  yang memiliki fungsi untuk mengontrol level permukaan cairan di sebuah wadah penampungan, yaitu sebagai saklar otomatis yang diterapkan pada pompa air konvensional.  Posisi level cairan dalam tangki digunakan untuk men-trigger perubahan kontak saklar. Posisi level switch ada yang horizontal dan ada yang vertikal

Cara kerja sirkuit ini pada umumnya adalah mendeteksi level air pada penampungan dan memutus arus listrik pada pompa pada saat air dalam wadah tersebut telah penuh

Penjelasannya sebagai berikut :

Pada saat tandon pada kondisi 1, maka otomatis pelampung 1 yang difungsikan sebagai batas atas air dan Pelampung 2 yang difungsikan sebagai batas bawah akan menggantung pada sebuah tali pelampung sehingga menyebabkan kontak pelampung yang berada di antara 2  akan menutup karena gaya berat dari kedua pelampung. Akibatnya, motor pompa air akan beroperasi.

Kemudian pompa air mulai mengisi  tandon hingga pelampung 2 akan terangkat ke atas atau terapung seperti yang terlihat dalam gambar pada kondisi (2). Meskipun pelampung 2 sudah terapung, kontak pelampung tetap pada posisi close,. 

Pada gambar terakhir, Pelampung 1 akan terangkat ke atas atau terapung bersama-sama dengan pelampung 2. Akibatnya, kontak pelampung 2 akan membuka dan motor atau pompa air akan mati. Jadi, bukan Pelampung 2 yang mendorong Pelampung 1 sehingga kontak pelampung terbuka (open).




PENGUKURAN TAHANAN ISOLASI DENGAN MENGGUNAKAN MEGGER (MEGA OHM METER) ANALOG

Tahanan isolasi adalah tahanan yang terdapat diantara dua kawat saluran yang diisolasi satu sama lain dan tahanan antara satu kawat saluran dengan tanah (ground). Tujuannya untuk mendeteksi apakah instalasi tersebut layak beroperasi atau tidak. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur nilai tahanan isolasi adalah Megger (Mega Ohm Meter). Pada alat ukur ini, sumber tegangan tetap sebesar 100 V sampai 1.000 V arus searah  dihasilkan dari pembangkit/ generator yang dihasilkan dari baterai 8 V s/d 12 V dan ada juga yang dihasilkan lewat Megger dari jenis yang diputar dengan tangan. Kelebihan Megger yang menggunakan baterai yaitu dapat membangkitkan tegangan tinggi lebih stabil dibanding dengan Megger yang menggunakan generator diputar dengan tangan. Pengukuran Tahanan Isolasi antara dua saluran kawat pada peralatan listrik ditetapkan paling sedikit adalah 1000 x tegangan kerjanya. Jika instalasi bekerja pada tegangan kerja 220 Volt, maka nilai tahan isolasi minimumnya adalah 1000 x 220 = 220.000 Ohm (220 KΩ)  
 
Cara pemakaian alat ukur tahanan isolasi (Megger)
  • Cek baterai megger dengan jalan atur selector switch pada posisi cek baterai, kemudian buka saklarnya, jika jarum bergerak ke kanan maka megger artinya dapat berfungsi/digunakan. kemudian mulailah pengukuran tahanan isolasi instalasinya.  
  • Atur selector switch pada posisi 250 Volt jika tegangan kerja 220 Volt
  • Pasang probe nya (boleh dipasang lebih awal).                                            
Pengujian Tahanan Isolasi Pada Instalasi Listrik

Hantaran/kabel yang akan diukur tahanan isolasinya tidak boleh terhubung dengan sumber tegangan PLN .  
Jika kawat/kabel listrik terdiri dari dua kawat saluran misal kawat fasa (P) dan kawat netral (N), maka tahanan isolasinya adalah : 
  1. Antara kawat fasa (P) dengan kawat netral (N). Yang perlu diperhatikan adalah memutus atau membuka semua alat pemakai arus yang terpasang secara paralel pada saluran tersebut, yaitu beban listrik seperti lampu-lampu, motormotor, voltmeter, dan sebagainya. Sebaliknya semua alat pemutus seperti : kontak, penyambung-penyambung, dan sebagainya yang tersambung secara seri harus ditutup.
  2. Antara kawat fasa (P) dengan tanah (G). 
  3. Antara kawat netral (N) dengan tanah (G). 
Untuk pengujian tahanan isolasi antara jaringan instalasi dengan tanah /ground (nomor 2 dan 3), yang perlu diperhatikan adalah memasang semua alat pemakai arus yang terpasang secara paralel pada saluran tersebut, yaitu beban listrik seperti lampu-lampu, motor, dan sebagainya. Dan Semua alat pemutus seperti: kontak, penyambung-penyambung, dan sebagainya yang tersambung secara seri harus ditutup/ tersambung.
 


Rabu, 03 November 2021

Membalik Arah Putaran Motor 1 Fasa (Motor kapasitor)

 Oleh Dwi Hani N

Untuk membalik arah putaran dari sebuah motor AC 1 fasa  adalah dengan cara  membalik salah satu ujung kumparan dari motor tersebut. Berikut ini adalah gambar rangkaian untuk membalik arah putar motor 1 fasa  jenis motor kapasitor


Untuk mengatur putaran motor yang mempunyai kumparan utama dan kumparan bantu sama (Misalnya pada motor mesin cuci), disini bisa dilihat pada gambar diatas nomor 3. Maka pengaturan putaran motor dengan memasang saklar timer. Sehingga pada posisi saklar timer sesuai gambar (a), maka motor akan berputar ke kanan. Dan pada saat posisi saklar timer pada gambar (b) maka motor berputar ke kiri.




Kamis, 23 September 2021

Memeriksa Dan Menguji Hasil Pekerjaan Menggulung Ulang kumparan stator Motor Listrik 1 Fasa 36 Alur 4 Kutub

Oleh Dwi Hani N 

Materi ini adalah materi lanjutan dari materi sebelumnya, yaitu : Menggulung Ulang Kumparan Stator Motor Listrik 1 Fasa 36 Alur 4 Kutub. Setelah membongkar dan  menggulung ulang kumparan motor listrik AC 1 Fasa, maka langkah selanjutnya adalah memeriksa dan menguji serta melaporkan   hasil  Pekerjaan  tersebut.

     Alat-alat yang dibutuhkan:

  1.  Multimeter (AVO meter)               1 buah
  2.  Megger                                           1 buah
  3.  Tang amper                                    1 buah
  4.  Tachometer                                    1 buah
  5.  Tang Kombinasi                             1 buah
  6.  Tang lancip                                     1 buah
  7.  Tang potong                                   1 buah
  8.  Kunci pas                                        1 set
  9.  Obeng pipih/pemotong                 1 buah
  10.  Tespen                                            1 buah 

Memeriksa Hasil Pekerjaan Menggulung Ulang kumparan stator Motor 1 Fasa   

1. Mengecek sambungan gulungan kawat/ kumparan secara keseluruhan menggunakan AVO meter. Artinya untuk mengetahui apakah dalam kumparan Utama benar-benar tersambung atau apakah ada yang putus?Demikian pula dengan Kumparan Bantunya. Yaitu mengukur tahanan/sambungan antara ujung kumparan  Utama  A–B. Kemudian mengukur  sambungan antara ujung kumparan  Bantu a-b.

2. Mengukur tahanan isolasi dengan megger. Adapun bagian yang diukur tahanan isolasinya yaitu :
Antara Ujung Kumparan Utama (Ku) dan Ujung Kumparan Bantu (Kb)
Antara Ujung Kumparan Utama (Ku) dengan poros
Antara Ujung Kumparan Bantu (Kb) dengan poros
Antara Ujung Kumparan Utama (Ku) dengan Body motor
Antara Ujung Kumparan Bantu (Kb) dengan Body motor

Rangkaian Pengujian

Sebelum menguji hasil pekerjaan menggulung ulang kumparan stator motor listrik AC 1 Fasa, maka rangkaian pengujiannya menggunakan rangkaian berikut ini :

A. Motor Running Capacitor

Kapasitor dihubungkan seri dengan kumparan bantu, dan terhubung paralel dengan kumparan utama, yang semuanya terhubung paralel dengan sumber tegangan. Ku, Kb dan kapasitor tetap terhubung pada sirkuit jala-jala saat Motor bekerja. Umumnya  banyak dipakai pada jenis motor pompa air, dimana Ku dan Kb jumlah lilitannya sama banyak, diameter Ku lebih besar dari diameter Kb. Kopel jalan/ torsi jalan motor ini merata


B. Motor Starting Capacitor

Kapasitor dihubungkan seri dengan belitan/kumparan bantu dan saklar sentrifugal. Motor ini mempunyai kopel yang lebih kuat

Menguji Hasil Pekerjaan dengan Rangkaian

Lengkapi data dari pengujian hasil pekerjaan menggulung ulang kumparan stator motor listrik AC 1 Fasa pada tabel berikut ini

Capacitor

Starting Capacitor

Running Capacitor

Arus Start

Arus Nominal

RPM

Arus Start

Arus Nominal

RPM

6 μF

 

 

 

 

 

 

8 μF

 

 

 

 

 

 

10 μF

 

 

 

 

 

 

12 μF

 

 

 

 

 

 

16 μF

 

 

 

 

 

 



Selamat menguji

Menggulung Ulang Kumparan Stator Motor Listrik 1 Fasa 36 Alur 4 Kutub

https://hanijati.blogspot.com/

Oleh Dwi Hani N

Diketahui

Motor 1 fasa, m (jumlah fasa) = 1
G (jumlah alur) = 36
2p (jumlah kutub)= 4
maka :           
Ku = 2/3 x 36 = 24 alur 
Artinya Kumparan Utama menempati 24 alur                              
Kb = 1/3 x 36 = 12 alur
Artinya Kumparan Utama menempati 12 alur
G/2p = 36/4 = 9 alur dalam 1 kelompok
Artinya jumlah alur dalam 1 kelompok kutub sebanyak 9 alur, jadi 1 kutubnya terdapat 9 alur, yang terdiri dari :
Ku = 2/3 x 9 = 6 alur dalam 1 kelompok kutub
Kb = 1/3 x 9 = 3 alur dalam 1 kelompok kutub
Sehingga gambar bentangan belitan untuk motor 1 fasa 36 alur 4 kutub adalah sebagai berikut :

Alat yang diperlukan untuk rewinding:

  • Tang kombinasi        1 Buah
  • Tang potong              1 Buah
  • Tang Lancip               1 Buah
  • Micrometer                1 Buah
  • Sikat kawat halus     1 Buah
  • Pisau                          1 Buah
  • Palu karet/ mallet     1 Buah
  • Penggaris                  1 Buah
  • Gunting                      1 Buah
  • Mesin penggulung    1 Buah
  • Solder                         1 Buah

 Bahan :

  •  Kertas prespan                        Secukupnya
  •  Bambu / pasak                        Secukupnya
  •  Stator motor induksi 1 fasa   1 buah
  •  Kawat email yang sesuai       Secukupnya
  •  Tali rami                                   Secukupnya
  •  Timah                                       Secukupnya
  •  Selongsong kabel                   Secukupnya
  •  Isolasi Kertas                          Secukupnya
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
  1. Berdoa terlebih dahulu sebelum beraktivitas. 
  2. Gunakanlah alat sesuai dengan fungsinya. 
  3. Letakkanlah alat kerja pada tempat yang aman. 
  4. Hati-hati melepas pasak kumparan agar tidak merusak inti stator. 

Langkah Pekerjaan
⇒Melepas Kumparan Stator
  1. Buka tutup Motor
  2. Keluarkan rotor dari badan motor
  3. Lepaskanlah tali ikatan pada masing-masing kepala kumparan
  4. Lepaskanlah semua pasak dari dalam alur stator dengan menggunakan pendorong dari bambu/kayu dan palu
  5. Keluarkan kumparan dari alurnya dan perhatikan langkah gulungannya
  6. Bersihkan alur motor dari kertas prespan dan kotoran lainnya
Penomoran alur dan melapisi alur dengan prespan  

  1. Berilah nomor pada kertas label sebanyak jumlah alur. 
  2. Tempelkan label nomor alur disamping saluran alur. 
  3. Potong kertas prespan kurang lebih sama dengan ukuran kertas prespan yang telah dipasang sebelumnya.
  4. Masukanlah/lapisilah alur-alur stator dengan isolasi prespan yang telah dipersiapkan secara rapi dan dengan posisi yang benar. 
Memasang kumparan
  1. Persiapkanlah mal sesuai dengan ukuran kumparan-kumparan type terpusat (consentris)
  2. Lakukanlah penggulungan kumparan-kumparan dengan jumlah belitan sesuai aslinya (dalam hal ini karena untuk praktek, maka sesuai instruksi guru)
  3. Masukkanlah kumparan-kumparan kedalam alur-alur stator sesuai gambar perencanaan bentangan belitan stator motor satu fasa yang telah dibuat.
  4. Lakukanlah penyambungan terhadap kelompok-kelompok kumparan untuk kumparan utama dan bantu, sesuai dengan diagram bentangan
  5. Jangan lupa mengecek sambungan dengan AVO meter pada tiap tiap kelompok kumparan pada stiap kali memasukkan kelompok kumparan tersebut ke dalam alurnya..
  6. Lipatlah kedalam dan masukkan ujung-ujung isolasi/kertas prespan dalam alur stator dengan menggunakan stick pendorong dari bambu/kayu
  7. Kencangkan posisi kumparan dengan memasang pasak diatas prespan
  8. Pasang/sambung ujung-ujung kumparan utama dan kumparan bantu dengan kabel  NYAF sebagai kabel daya
  9. Rapikan kepala kumparan dengan sedikit menekan/memukulnya dengan palu karet
  10. Rapikan kembali kepala-kepala kumparan dengan cara mengikatnya dengan tali rami, agar tidak terjadi kontak mekanis antara rotor dengan kumparan
  11. Rakit kembali motor dengan memasang kembali seluruh komponen pada posisi semula, jangan lupa posisi kabel daya menjulur keluar dari badan motor
  12. Yakinkan bahwa motor telah benar-benar siap dicoba

Demikian uraian Menggulung Ulang Kumparan Stator Motor Listrik 1 Fasa 36 Alur 4 Kutub ini dan selamat bekerja

 

 



Minggu, 29 Agustus 2021

Merencanakan Pekerjaan untuk Menggulung Ulang Kumparan Stator Motor Listrik Satu Fasa

 Oleh Dwi Hani N

Motor AC adalah mesin listrik yang mengubah energi listrik (AC) menjadi energi mekanik. Motor AC banyak digunakan di rumah tangga dan industri.  

Menurut Jenis Arus :

  • Motor 3 Fase
  • Motor 1 Fase

Konstruksi motor induksi satu fasa dan tiga fasa terdiri dari 2 bagian utama yaitu:

1. Stator
    Secara prinsip stator adalah bagian dari motor listrik yang tidak berputar disamping itu pada stator terdapat alur–alur yang berisi kumparan–kumparan kawat. Bagian dari stator adalah

  • Rumah stator dari besi tuang
  • Inti stator dari besi lunak atau baja silikon
  • Alur dan gigi materialnya sama dengan inti stator. Alur merupakan tempat untuk meletakkan belitan
  • Belitan stator dari kawat tembaga
  • Bearing
  • Terminal

Pada stator terdapat susunan kawat yang dimasukkan kedalam alur. Jumlah kutub dari suatu motor akan menentukan lambat cepatnya putaran suatu motor. Jumlah putaran motor dapat dihitung dengan Rumus:

Ns = 60 . F / P

Ns = Putaran sinkron (Rpm)
F =  rekuensi jala–jala (Hz)
P = Jumlah pasang kutub

2. Rotor
    Rotor merupakan bagian dari motor yang berputar. Ada 2 jenis rotor, yaitu rotor belit dan rotor sangkar. Secara umum hampir 90% dari motor induksi banyak menggunakan rotor sangkar . Karena rotor jenis ini, adalah paling sederhana dan kuat, terbuat dari baja silicon dan terdiri dari inti yang berbentuk silinder yang sejajar dengan alur/slot dan diisi dengan tembaga atau alumunium yang berbentuk batangan.

Selain dua bagian utama tersebut motor induksi juga mempunyai konsturksi tambahan antara lain rumah stator, tutup stator, kipas dan terminal hubung. 

Merakit Kumparan Pada Motor Listrik 1 Fasa

➤ Bentuk Kumparan Stator

Bentuk kumparan stator dari motor induksi 1 fasa dapat dibagi menjadi  3 macam, yaitu :

  • Kumparan jerat atau lilitan bertumpuk /Lap winding juga dapat dinamakan dengan lilitan spiral (gambar a) benyak digunakan untuk motor–motor (generator) dengan kapasitas yang relatif besar. Umumnya untuk kelas menengah keatas, walaupun secara khusus ada mesin listrik dengan kapasitas yang lebih besar, kumparan statornya menggunakan sistem kosentris. 
  • Kumparan terpusat /concentric winding.  (gambar b). pada umumnya sistem ini banyak digunakan untuk motor dan generator dengan kapasitas kecil. Walaupun ada juga secara khusus motor–motor dengan kapasitas kecil menggunakan kumparan dengan tipe spesial.
  • Kumparan gelombang /wave winding  (gambar c), untuk motor dengan belitan sistem ini banyak digunakan kapasitas besar
 
 ➤ Cara menggulung ulang kumparan stator motor induksi 1 fasa

Motor–motor induksi 1 fasa pada dasarnya adalah sama dengan motor induksi 2 fasa. Pada motor induksi 1 fasa terdapat 2 jenis kumparan, yaitu kumparan utama (running winding) dan kumparan bantu (starting winding). Kumparan utama (Ku) mempunyai luas penampang kawat yang lebih besar dan jumlah lilitan yang lebih banyak. Sedangkan untuk kumparan bantu (Kb) memiliki luas penampang yang kecil dan jumlah lilitannya sedikit.                                      

- Langkah Kumparan

Yang dimaksud dengan langkah kumparan (Yg) adalah sudut kisar yang dibentuk antara 2 sisi kumparan. Untuk mendapatkan kopel putar yang maksimal, maka langkah kumparan harus = satu jarak kutub. Satu jarak kutub adalah kisar sudut antara kutub utara (U) dan kutub selatan (S) yang paling dekat. Jarak kutub = Tho (Ժ) dan 1 jarak kutub = 180o listrik. Bila jumlah pasang kutub suatu motor = P, maka jumlah kutub = 2p. Perbandingan antara derajat lingkaran /derajat busur dan derajat listrik, adalah
P = 1, maka 360o  busur = 1 x 360o listrik
P = 2, maka 360o busur  = 2 x 360o listrik
P = 3, maka 360o busur  = 3 x 360o listrik 

Maka perbandingan  derajad busur dan derajad listrik yaitu :

 ao Bs = p. ao L . 

Bila jumlah alur adalah G, dan 1 keliling stator = 2p., Maka jarak 1 kutub = 180 o L = G/2p
Misal gambar berikut ini adalah motor 1 fasa yang mempunyai 12 alur  

Maka G = 12 alur,       jarak 1 kutub = 12 : 2 = 6 alur

Yaitu 6 alur kutub utara, 6 alur kutub selatan 

- Jumlah Alur per kutub per fasa
Apabila jumlah fasa = m, maka  tiap fasa akan memiliki kumparan bagian sebanyak G/2p.m, sehingga pada setiap kutub  tiap fasa akan menempuh alur sebanyak G/2p.m alur. Bila banyaknya alur pada tiap kutub untuk tiap fasa adalah g, maka  g = G/2p.m alur.

- Menempatkan Kumparan (Pergeseran Tempat)
Untuk menempatkan kumparan pada setiap fasa, maka harus selalu ditempatkan saling bergeseran. Tujuannya agar kopel putar yang dihasilkan saling bergeser fasa. 

- Rumus yang digunakan untuk membelit motor induksi adalah sebagai berikut:
Tho p  = G/2p
g = G/2p . m
K = G/2p
KAR = 360 ° ruang/G
KAL = KAR . p
Kp = 360 °/ KAL

Keterangan
Tho p = Langkah alur dari sisi kumparan 1 ke sisi kumparan 2
G = Jumlah alur
g =  Jumlah alur pada tiap kutub untuk tiap fasa
2p = Jumlah kutub
P = Jumlah pasang kutub
Q = Banyak kumparan tiap kelompok
M = Jumlah fasa
KAR = kisar alur dalam derajad radial
KAL = Kisar alur dalam derajad listrik
Kp = Kisar fasa
K = Jumlah sisi kumparan tiap kutub

Berikut ini contoh pembagian alur untuk belitan/ kumparan Utama (Ku) dan Kumparan bantu (Kb) pada motor AC 1 Fasa.

Contoh 1 : Motor AC 1 Fasa 12 alur 2 kutub
Untuk rumus perhitungan gambar bentangan belitan motor listrik AC 1 fasa tidak ada rumus yang baku, tetapi dapat digunakan perbandingan antara Ku dan Kb dengan menggunakan rumus:
  • G/2p (jumlah alur dalam 1 kelompok)
  • 2/3 . G (jumlah kumparan utama)
  • 1/3 . G (jumlah kumparan bantu)
Diketahui :
m = 1 fasa
G = 12 alur
2p = 2 kutub
Maka   
Ku = 2/3 x 12 = 8 alur
Kb = 1/3 x 12 = 4 alur 
G/2p = 12/2   = 6 alur dalam 1 kelompok
Ku = 2/3 x 6 = 4 alur dalam 1 kelompok
Kb = 1/3 x 6 = 2 alur dalam 1 kelompok

Langkah menggambar gambar bentangan kumparan motor AC 1 fasa, 12 alur 2 kutub

1.    Buatlah alur dan beri nomor

2.    Kumparan Ku dimulai dari no 1 masuk ke Alur no 6, menggulung konsentris ke alur no 2 ke alur no 5

3.   Dari alur no 5 masuk ke alur no 11 masuk ke alur no 8 mengguung konsentris ke luar ke no 12 masuk ke alur no 7 dan menjadi keluaran Ku

4.    Sehingga ada 4 alur Ku di kutub U dan 4 alur Ku di kutub S

5.    Masukkan Kb dimulai dari alur no 4 masuk ke alur no 9

6.   Dari alur no 9 ke alur no 3  dan keluar mealui alur no 10, sehingga terdapat 2 alur kb di kutub utara dan 2 alur kb di kutub selatan

gambar bentangan kumparan stator motor 1 fasa 12 alur 2 kutub


Contoh 2
Motor 1 fasa 24 alur 4 kutub
Diketahui :
m =1 fasa
G = 24 alur
2p = 4 kutub
Maka      
Ku = 2/3 x 24 = 16 alur
Kb = 1/3 x 24 = 8 alur
G/2p = 24/4 = 6 alur dalam 1 kelompok
Ku = 2/3 x 6 = 4 alur dalam 1 kelompok
Kb = 1/3 x 6 = 2 alur dalam 1 kelompok

Sehingga gambar bentangan belitan stator motor 1 fasa 24 alur 4 kutub adalah sebagai berikut


Sebagai tugas 

1. Rencanakan dan gambarkan bentangan belitan stator motor 1 fasa 24 alur 2 kutub

2. Rencanakan dan gambarkan bentangan belitan stator motor 1 fasa 36 alur 2 kutub

3. Rencanakan dan gambarkan bentangan belitan stator motor 1 fasa 36 alur 4 kutub


Contoh Perencanaan Instalasi Penerangan Listrik Sebuah Gedung

https://hanijati.blogspot.com/ Berikut ini adalah contoh denah sebuah bangunan Gedung Jurusan Listrik Rencana  B eban Instalasi Peneranganny...