Minggu, 29 Agustus 2021

Merencanakan Pekerjaan untuk Menggulung Ulang Kumparan Stator Motor Listrik Satu Fasa

 Oleh Dwi Hani N

Motor AC adalah mesin listrik yang mengubah energi listrik (AC) menjadi energi mekanik. Motor AC banyak digunakan di rumah tangga dan industri.  

Menurut Jenis Arus :

  • Motor 3 Fase
  • Motor 1 Fase

Konstruksi motor induksi satu fasa dan tiga fasa terdiri dari 2 bagian utama yaitu:

1. Stator
    Secara prinsip stator adalah bagian dari motor listrik yang tidak berputar disamping itu pada stator terdapat alur–alur yang berisi kumparan–kumparan kawat. Bagian dari stator adalah

  • Rumah stator dari besi tuang
  • Inti stator dari besi lunak atau baja silikon
  • Alur dan gigi materialnya sama dengan inti stator. Alur merupakan tempat untuk meletakkan belitan
  • Belitan stator dari kawat tembaga
  • Bearing
  • Terminal

Pada stator terdapat susunan kawat yang dimasukkan kedalam alur. Jumlah kutub dari suatu motor akan menentukan lambat cepatnya putaran suatu motor. Jumlah putaran motor dapat dihitung dengan Rumus:

Ns = 60 . F / P

Ns = Putaran sinkron (Rpm)
F =  rekuensi jala–jala (Hz)
P = Jumlah pasang kutub

2. Rotor
    Rotor merupakan bagian dari motor yang berputar. Ada 2 jenis rotor, yaitu rotor belit dan rotor sangkar. Secara umum hampir 90% dari motor induksi banyak menggunakan rotor sangkar . Karena rotor jenis ini, adalah paling sederhana dan kuat, terbuat dari baja silicon dan terdiri dari inti yang berbentuk silinder yang sejajar dengan alur/slot dan diisi dengan tembaga atau alumunium yang berbentuk batangan.

Selain dua bagian utama tersebut motor induksi juga mempunyai konsturksi tambahan antara lain rumah stator, tutup stator, kipas dan terminal hubung. 

Merakit Kumparan Pada Motor Listrik 1 Fasa

➤ Bentuk Kumparan Stator

Bentuk kumparan stator dari motor induksi 1 fasa dapat dibagi menjadi  3 macam, yaitu :

  • Kumparan jerat atau lilitan bertumpuk /Lap winding juga dapat dinamakan dengan lilitan spiral (gambar a) benyak digunakan untuk motor–motor (generator) dengan kapasitas yang relatif besar. Umumnya untuk kelas menengah keatas, walaupun secara khusus ada mesin listrik dengan kapasitas yang lebih besar, kumparan statornya menggunakan sistem kosentris. 
  • Kumparan terpusat /concentric winding.  (gambar b). pada umumnya sistem ini banyak digunakan untuk motor dan generator dengan kapasitas kecil. Walaupun ada juga secara khusus motor–motor dengan kapasitas kecil menggunakan kumparan dengan tipe spesial.
  • Kumparan gelombang /wave winding  (gambar c), untuk motor dengan belitan sistem ini banyak digunakan kapasitas besar
 
 ➤ Cara menggulung ulang kumparan stator motor induksi 1 fasa

Motor–motor induksi 1 fasa pada dasarnya adalah sama dengan motor induksi 2 fasa. Pada motor induksi 1 fasa terdapat 2 jenis kumparan, yaitu kumparan utama (running winding) dan kumparan bantu (starting winding). Kumparan utama (Ku) mempunyai luas penampang kawat yang lebih besar dan jumlah lilitan yang lebih banyak. Sedangkan untuk kumparan bantu (Kb) memiliki luas penampang yang kecil dan jumlah lilitannya sedikit.                                      

- Langkah Kumparan

Yang dimaksud dengan langkah kumparan (Yg) adalah sudut kisar yang dibentuk antara 2 sisi kumparan. Untuk mendapatkan kopel putar yang maksimal, maka langkah kumparan harus = satu jarak kutub. Satu jarak kutub adalah kisar sudut antara kutub utara (U) dan kutub selatan (S) yang paling dekat. Jarak kutub = Tho (Ժ) dan 1 jarak kutub = 180o listrik. Bila jumlah pasang kutub suatu motor = P, maka jumlah kutub = 2p. Perbandingan antara derajat lingkaran /derajat busur dan derajat listrik, adalah
P = 1, maka 360o  busur = 1 x 360o listrik
P = 2, maka 360o busur  = 2 x 360o listrik
P = 3, maka 360o busur  = 3 x 360o listrik 

Maka perbandingan  derajad busur dan derajad listrik yaitu :

 ao Bs = p. ao L . 

Bila jumlah alur adalah G, dan 1 keliling stator = 2p., Maka jarak 1 kutub = 180 o L = G/2p
Misal gambar berikut ini adalah motor 1 fasa yang mempunyai 12 alur  

Maka G = 12 alur,       jarak 1 kutub = 12 : 2 = 6 alur

Yaitu 6 alur kutub utara, 6 alur kutub selatan 

- Jumlah Alur per kutub per fasa
Apabila jumlah fasa = m, maka  tiap fasa akan memiliki kumparan bagian sebanyak G/2p.m, sehingga pada setiap kutub  tiap fasa akan menempuh alur sebanyak G/2p.m alur. Bila banyaknya alur pada tiap kutub untuk tiap fasa adalah g, maka  g = G/2p.m alur.

- Menempatkan Kumparan (Pergeseran Tempat)
Untuk menempatkan kumparan pada setiap fasa, maka harus selalu ditempatkan saling bergeseran. Tujuannya agar kopel putar yang dihasilkan saling bergeser fasa. 

- Rumus yang digunakan untuk membelit motor induksi adalah sebagai berikut:
Tho p  = G/2p
g = G/2p . m
K = G/2p
KAR = 360 ° ruang/G
KAL = KAR . p
Kp = 360 °/ KAL

Keterangan
Tho p = Langkah alur dari sisi kumparan 1 ke sisi kumparan 2
G = Jumlah alur
g =  Jumlah alur pada tiap kutub untuk tiap fasa
2p = Jumlah kutub
P = Jumlah pasang kutub
Q = Banyak kumparan tiap kelompok
M = Jumlah fasa
KAR = kisar alur dalam derajad radial
KAL = Kisar alur dalam derajad listrik
Kp = Kisar fasa
K = Jumlah sisi kumparan tiap kutub

Berikut ini contoh pembagian alur untuk belitan/ kumparan Utama (Ku) dan Kumparan bantu (Kb) pada motor AC 1 Fasa.

Contoh 1 : Motor AC 1 Fasa 12 alur 2 kutub
Untuk rumus perhitungan gambar bentangan belitan motor listrik AC 1 fasa tidak ada rumus yang baku, tetapi dapat digunakan perbandingan antara Ku dan Kb dengan menggunakan rumus:
  • G/2p (jumlah alur dalam 1 kelompok)
  • 2/3 . G (jumlah kumparan utama)
  • 1/3 . G (jumlah kumparan bantu)
Diketahui :
m = 1 fasa
G = 12 alur
2p = 2 kutub
Maka   
Ku = 2/3 x 12 = 8 alur
Kb = 1/3 x 12 = 4 alur 
G/2p = 12/2   = 6 alur dalam 1 kelompok
Ku = 2/3 x 6 = 4 alur dalam 1 kelompok
Kb = 1/3 x 6 = 2 alur dalam 1 kelompok

Langkah menggambar gambar bentangan kumparan motor AC 1 fasa, 12 alur 2 kutub

1.    Buatlah alur dan beri nomor

2.    Kumparan Ku dimulai dari no 1 masuk ke Alur no 6, menggulung konsentris ke alur no 2 ke alur no 5

3.   Dari alur no 5 masuk ke alur no 11 masuk ke alur no 8 mengguung konsentris ke luar ke no 12 masuk ke alur no 7 dan menjadi keluaran Ku

4.    Sehingga ada 4 alur Ku di kutub U dan 4 alur Ku di kutub S

5.    Masukkan Kb dimulai dari alur no 4 masuk ke alur no 9

6.   Dari alur no 9 ke alur no 3  dan keluar mealui alur no 10, sehingga terdapat 2 alur kb di kutub utara dan 2 alur kb di kutub selatan

gambar bentangan kumparan stator motor 1 fasa 12 alur 2 kutub


Contoh 2
Motor 1 fasa 24 alur 4 kutub
Diketahui :
m =1 fasa
G = 24 alur
2p = 4 kutub
Maka      
Ku = 2/3 x 24 = 16 alur
Kb = 1/3 x 24 = 8 alur
G/2p = 24/4 = 6 alur dalam 1 kelompok
Ku = 2/3 x 6 = 4 alur dalam 1 kelompok
Kb = 1/3 x 6 = 2 alur dalam 1 kelompok

Sehingga gambar bentangan belitan stator motor 1 fasa 24 alur 4 kutub adalah sebagai berikut


Sebagai tugas 

1. Rencanakan dan gambarkan bentangan belitan stator motor 1 fasa 24 alur 2 kutub

2. Rencanakan dan gambarkan bentangan belitan stator motor 1 fasa 36 alur 2 kutub

3. Rencanakan dan gambarkan bentangan belitan stator motor 1 fasa 36 alur 4 kutub


Jumat, 02 Juli 2021

Timer Theben SUL 181 h

Oleh : Dwi Hani N 

 Fungsi dan bagian –bagian timer theben sul 181 h

 Timer theben digunakan   untuk mengatur mati dan hidupnya lampu secara otomatis .

Adapun bentuk fisik dan bagian-bagiannya ditunjukkan pada gambar (1) berikut ini


Keterangan :

Timer ini mempunyai kontak NO dan kontak NC , yang mana kontak NO di nyatakan dalam nomor 2-1 dan NC dalam nomor 2-3 . Nomor 2 untuk gerbang masukan  


Timer Theben dalam keadaan Default (Standard),  posisi Kontak NO dan NC nya ditunjukkan dalam gambar (2)  



-       Switch status indicator merupakan penentuan posisi kontak disesuaikan dengan kondisi yang diinginkan. seperti contoh gambar (3) berikut . Jika posisi setelan 1 (On)  maka kontak 2-1 menjadi NC dan 2-3 menjadi NO, sedangkan jika pada posisi setelan 0 (off) maka kontak 2-1 menjadi NO dan 2-3 menjadi NC


-          Rotary axis   digunakan untuk menyetel jam dengan waktu yang sebenarnya.

-         Pointer indicates the current time merupakan penunjuk waktu. Angka di luar yaitu yang tertulis angka 1 sampai 24 menunjukkan angka jam selama sehari yaitu  24 jam. Sedangkan angka di dalam menunjukkan posisi nilai menit

-         Handle switch adalah setelan theben, stel pada posisi Auto agar setting jam yang telah dilakukan berjalan otomatis.

-         Blue timing button (Sirip-sirip yang berwarna biru) digunakan untuk mengatur waktu atau jam. Sirip tersebut bisa ditutup dan dibuka dengan cara menekanya. Sirip-sirip dirancang sesuai dengan waktu normal


Contoh Tahap Setting Timer 


Misalkan lampu jalan akan manyala otomatis pada pukul 18.00 dan akan padam otomatis pukul 06.00. Maka langkah yang dilakukan adalah


1)      Posisikan Switch status indicator seperti gambar (4) berikut ini




1)      Posisikan Blue timing button (Sirip-sirip yang berwarna biru) dengan kondisi terbuka atau dengan cara menekan keluar

2)     Posisikan Handle switch pada posisi Auto agar setting jam yang akan dilakukan berjalan otomatis.

3)     Aturlah sirip-sirip sesuai dengan waktu yang diharapkan, yaitu dengan menekan kedalam. Sebagai contoh ketika kita ingin menghidupkan lampu jalan pada pukul 18.00 dan akan mati pada pukul 06.00 pagi, maka pengaturan yang kita lakukan adalah dengan cara menekan kedalam sirip-sirip pada angka 18 sampai 6, sehingga banyaknya sirip yang ditekan kedalam dimulai dari 18.00 dan berakhir pada posisi 06.00 (artinya pada pukul 18.00 sampai 06.00 kontak akan On) dan sisanya biarkan dalam keadaan terbuka.

4)     Tahap terakhir kita atur jam pada timer sesuai dengan jam pada saat ini dengan cara memutar jarum pada timer tersebut. 

Untuk pemakaian timer theben dengan beban lampu dalam jumlah banyak dapat dikombinasikan dengan kontaktor  , dikarenakan jika langsung dihubungkannya timer theben ke beban/lampu dalam jumlah banyak akan mengakibatkan theben rusak (Overlaod).

Gambar Pelaksanaan instalasi Timer Theben








-    ͍

Selasa, 09 Maret 2021

SIMULASI CX PROGRAM DENGAN HMI

 

 

Adalah system yang menghubungkan antara manusia dengan mesin. HMI  (Human Machine Interface) dapat berupa pengendali dan visualisasi status, baik dengan manual maupun melalui visualisasi computer yang bersifat real time.

Cara Simulasi PLC Omron dengan CX Programmer dan CX Designer

Cara membuat simulasi PLC yang telah dibuat pada CX Programmer atau dengan mengunakan CX Designer, adalah untuk mengetahui program yang telah dibuat, apakah bekerja sesuai dengan diharapkan atau tidak?. Perhatikan gambar di bawah ini :




Gambar tersebut adalah contoh pengendalian motor Forward/Reverse dengan menggunakan tombol PB_Forward, PB_Reverse dan PB_Stop. Setelah anda membuat program pada CX Programmer seperti pada gambar di di atas, anda dapat mendemokan simulasi PLC anda dengan memilih pada Menu Simulation, lalu klik Work Online Simulator, atau dengan Shortcut CTRL+SHIFT+W.

Salah satu fitur yang dimiliki oleh paket software CX One adalah software CX Designer. Kita dapat memrogram layar HMI Omron menggunakan software ini. Sehingga kita dapat melakukan pengendalian dan pemantauan alamat bit – bit pada PLC (kecuali bit Channel Input hanya aktif dengan Force ON atau diberi tegangan 24V).  ON/OFF Button dapat digunakan untuk mengaktifkan alamat tertentu dan Bitlamp dapat digunakan dengan untuk memantau kondisi bit yang sedang aktif atau non aktif.

Selain itu, CX Designer dapat digunakan sebagai simulator yang dikombinasikan dengan CX Programmer untuk menguji kerja program PLC sebelum ditransfer ke dalam PLC.  Berikut ini langkah – langkah yang perlu dilakukan :

1.Membuat Program yang akan disimulasikan pada CX Programmer

Program PLC yang dibuat tidak hanya harus benar, tetapi juga harus sesuai prinsip kerja CX Designer. Kita tidak dapat mengendalikan Channel input seperti I:0.00 dan sejenisnya dari layar HMI, sehingga perlu dibuatkan perwakilan dari alamat tersebut. Perhatikan gambar di bawah ini.

Gambar tersebut memiliki prinsip kerja yang sama dengan gambar pertama, hanya diganti internal relay W10.00, W10.01 dan W10.02.

2.Membuat Layar Simulasi di CX Designer

a. Buat Tombol Push Button          



Klik pada Button PB yang bertanda merah di atas, buat menjadi 3 buah.

b. Pengaturan alamat Kontak     


Double Klik pada button, kemudian sesuaikan jenis Kontak dan pengalamatannya. Jika yang anda kehendaki adalah prinsip Push Button, maka pilih Momentary. Untuk pengalamatan, pada Write Address Klik bagian Set1 kemudian isi Address Setting seperti di atas. Sesuaikan dengan kontak pada CX Programmer, misalnya W10.01.

c. Buat Lampu Indikator

Buat 2 buah bit lamp dengan memilih seperti tanda merah pada gambar di atas. Buat menjadi 2 buah sebagai indicator Forward dan Reverse.

d. Pengaturan alamat Output


Double Klik pada Bit lamp, kemudian atur Label nama dan pengalamatan lampu. Seperti saat pengaturan kontak. Pilih alamat Output yang sesuai dengan CX Programmer, misalnya 100.00.

e. Koneksi dengan CX Programmer

Mulai simulasi dengan memilih Tools – Test. Pastikan anda membuka program PLC yang sesuai pada CX Programmer dan dalam kondisi Work Online Simulator.

Pilih Connect to CX Simulator, lalu Klik Start

Atau cara yang lebih singkat dengan memilih PLC-PT Integerated Simulation, ada di sebelah Work Online Simulator pada CX Programmer atau di sebelah Test pada CX Designer.

 Selanjutnya akan tampil layar HMI sesuai yang anda desain, dan simulasi dapat dilakukan.


Anda bisa mulai menggunakan Simulasi PLC tersebut dengan menekan tombol, dan perhatikan apa yang akan terjadi pada lampu indikator tersebut? jika urutan yang anda kerjakan benar, maka nyala lampu akan sesuai dengan alamat Output yang ada di CX Programmer. Pada simulator ini memiliki kekurangan pada respon time yang masih lambat.

 

 Contoh soal

Buatlah visualisasi HMI dengan CX designer pada pengontrolan Motor 3 fasa dengan pengasutan star delta otomatis

 Hasil simulasi :

 Motor 3 fasa dengan pengasutan star delta otomatis. 

Pada kondisi awal K1, K2, dan K3 belum bekerja


Pada saat tombol start ditekan maka K1 dan K2 bekerja (Indikator K1 & K2 menyala) beberapa saat sesuai setting waktunya , menyatakan motor bekerja dalam keadaan star


Selama beberapa saat motor berjalan star sesuai setting waktu maka motor akan bekerja dalam keadaan delta, yang dinyatakan dengan K1 dan K3 bekerja (Indikator K1 & K3 menyala). 
Demikian langkah langkah simulasi CX program dengan HMI, semoga bermanfaat








Sabtu, 06 Maret 2021

Jangan pernah berputus asa

Seorang nelayan mencari ikan di lautan, dia tidak akan pernah tahu apakah ia nanti pulang dengan hasil tangkapan yang banyak, atau sedikit atau bahkan ia tidak mendapat apa apa. Semua dilakukan atas dasar usaha untuk mendapatkan hasil tangkapan. Demikian pula misalnya seorang ingin membaca buku yang letaknya berada di rak buku, adalah mustahil jika buku datang menemuinya, tetapi usaha orang tersebut untuk melangkahkan kakinya, menggerakkan tangannya untuk mengambil buku, membukanya dan kemudian membacanya serta pengetahuannya yang dapat menyimpulkan apa yang ia baca. Anakku.... Janganlah Kamu berputus asa. Berupaya lah sekuat tenaga karena usaha yang baik untuk mencapai tujuan yang baik adalah bagian dari ibadah. Dengan kegagalan dan pengalaman yang telah kamu lalui maka kamu dapat belajar untuk mengambil hikmah, bahwa semua itu akan menguatkan langkahmu menuju kedewasaan cara berpikir. Tua itu pasti, tapi kedewasaan belum tentu didapati dari usia yang tua. Kesabaran , keikhlasan (ridho menerima keputusan Allah) itulah bagian hakikat dari kedewasaan. 

Selasa, 02 Maret 2021

BESARAN DALAM TEKNIK PENERANGAN

 Besaran yang sering digunakan dalam teknik penerangan

1.     Sudut Ruang




2.     Fluk Cahaya 

Adalah jumlah cahaya yang dipancarkan oleh sumber cahaya. Lambang fluks cahaya adalah F (F) satuannya lumen (lm). Satu lumen adalah fluks cahaya yang dipancarkan dalam 1 steradian dari sebuah sumber cahaya 1 cd pada pemukaan bola denganjari-jari R = 1m. Jika fluks cahaya dikaitkan dengan daya listrik maka :Satu watt cahaya dengan panjang gelombang 555mU sama nilainya dengan 680 lumen. Jadi dengan Lamda = 555mU, maka 1 watt cahaya = 680 lumen.

1 watt cahaya  » 680 Lumen( Lm )

Contoh  :        Lampu pijar 100 W » 1400 Lm

Dengan keterangan bahwa sebuah lampu 100W hanya memancarkan kira-kira 8 W sebagai cahaya tampak, sisanya hilang sebagai panas karena konduksi dan radiasi. Dari 8 W setelah dikalikan factor kepekaan mata hanya sisa kira-kira 2,05 wattcahaya. Jadi fluks cahaya lampu 100 W setara dengan 2,05x 680 = 1400 lm. Sedang fluks cahaya spesifik (jumlah lumen per watt) lampu tersebut adalah14 lm/W. 

3.      Intensitas Cahaya (Luminous Intensity)

Intensitas cahaya adalah energy radiasi yang dipancarkan sumber cahaya ke suatu jurusan tertentu, dinyatakan dalam satuan Candela.


Ø  Intensitaspenerangan rata-rata

Intensitas penerangan pada suatu bidang adalah Fluks cahaya yang jatuh pada luas

Permukaan bidang.

Contoh soal :

1.    Suatu ruang berukuran panjang 5 meter dan lebar 4 meter , diterangi dengan fluks cahaya 5000 lm. Hitunglah intensitas penerangan rata-rata pada bidang tersebut :

Jawab  :    

E = F : A

    = 5000  Lumen : ( 4 x 5)

    = 250 Lux


Ø  Intensitas penerangan suatu titik.


Contoh Soal :

*         Sebuah lampu tergantung 2 m diatas meja, intensitas cahaya tegak lurus pada meja

adalah 480 Cd.Tentukan intensitas penerangan tegak lurus diatas meja ?

Jawab :

 

                4.      Luminasi

Adalah suatu ukuran terangnya suatu benda baik pada sumber cahaya maupun pada suatu permukaan. Luminasi yang terlalu besar akan menyilaukan mata (contoh lampu pijar tanpa amatur). Luminasi suatu sumber cahaya dan suatu permukaan yang memantulkan cahayanya adalah intensitasnya dibagi dengan luas semua permukaan. Sedangkan luas semua permukaan adalah luas proyeksi sumber cahaya pada suatu bidang rata yang tegak lurus pada arah pandang, jadi bukan permukaan seluruhnya. Luminasi Ukuran terangnya suatu benda

Luas semu      :  Luas proyeksi sumber cahaya pada bidang rata dan tegak lurus

                     Pada arah pandang.

Contoh :  Bola, luas semunya berupa lingkaran

                5.      Iluminasi (Iluminance)

Iluminasi sering di sebut juga intensitas penerangan atau kekuatan penerangan atau di sebut Tingkat Pencahayaan pada suatu bidang adalah fluks cahaya yang menyinari permukaan suatu bidang. Lambang iluminasi adalah E dengan satuan Lux (Lx).

E = F : A

E = Iluminasi/ Intensitas penerangan (Lux)
F =  Fluk Cahaya (Lumen)
A = Luas permukaan bidang (m2)
A

                6.      Diagram Polar Intensitas Cahaya


Contoh cara membaca diagram polar :

-     Suatu lampu memberikan fluks cahaya 1500 lm, bila diagram polar (Lihat gambar)

Tentukan intensitas cahaya pada sudur 200  ?

(1500 : 1000) x 200 = 300 Cd

-     Sebuah lampu memberikan fluks cahaya 500  Lm.

Tentukan intensitas cahaya pada sudut  600 ?

                          (500 : 1000) x 140 = 70 Cd

-    Sebuah lampu memberikan fluks  cahaya  1000 lm diagram  polar ( lihat gambar).

Tentukan intensitas cahaya pada sudut 500 ?

160 cd ( langsung dibaca pada diagram ) 

                                            

     Diagram polar intensitas cahaya gunanya untuk menentukan intensitas Penerangan pada suatu titik

Contohsoal :

1.  Sebuah lampu pijar digantung 3 meter diatas pusat suatu meja dengan ukuran panjang 2 meter.Lebar 1,5 meter.  Lampu memancarkan 300 cd   kesegala jurusan.Tentukan intensitas penerangan dipusat meja dan sudut-sudut meja ?

Jawab :

Lampu  ( L )  200 W dengan fluks cahaya spesifik 12 Lm/w.

Tentukan intensitas penerangan dititik A dan B ?

Jawab  

FFs . P  =  12 . 200  =  2400 lm






7.     Efikasi

 

Adalah rentang angka perbandinga nantara fluks cahaya (lumen) dengan daya listrik suatu sumber cahaya (watt), dalam satuan lumen/watt. Efikasi juga disebut fluks cahaya spesifik. Tabel berikut ini menunjukkan efikasi dari macam-macam lampu. Efikasi ini biasanya didapat pada data catalog dari suatu produk lampu


Latihan I

1.   Sebutkan besaran-besaran pokok dalam teknik penerangan !

2.   Apa yang dimaksud dengan diagram polar intensitas cahaya ?

3.   Sebutkan hubungan antara intensitas cahaya dengan fluks cahaya dari suatu sumber cahaya !

4.   Sebuah sumber cahaya ditempatkan pada pusat sebuah kaca yang jari-jarinya 2 mIntensitas cahaya sumber cahaya 100 cd.

       a).  Fluks cahaya yang dihasilkan.

b).  Intensitas penerangan pada permukaan baca.

Latihan II

1.  Suatu lantai ukuran 8 x 16 m diterangi dengan flux cahaya 48000 Lumen. Berapakah intensitas penerangan rata-ratanya?

2.  Sebuah lampu pijar digantung2 meter diatas meja, intensitas cahaya ke bawah = 480 cd.Tentukan intensitas penerangan dipermukaan meja tegak lurus dibawah lampu.

3.  Sebuah reflector cermin ditempatkan 2,5 meter diatas suatu meja. Sumbu berkas cahayanya diarahkan tegak lurus ke bawah. Di permukaan meja panjang, tepat dibawah reflector, intensitas penerangannya = 540 lux. Kemudian titik cahayanyadinaikkan menjadi3 m diatas meja panjang. Berapakah sekarang intensitas penerangannya di permukaanmeja tepat dibawah reflector?

4.  Sebuah lampu dari 200 W member 3000 lumen, berapakah flukcahaya spesifiknya dan berapa wattcahaya diberikan oleh lampu itu ?

5.  Sebuah lampu pijar yang ditempatkan dalam sebuah bola kaca putih susu, memberi luminansi 0,3 cd/cm² kepada bola itu. Lampunya kemudian dikeluarkan dari bola kaca tersebut, dan ditempatkan dalam sebuah bola kaca putih susu yang lain, yang diameternya hanya setengah diameter bola yang pertama. Berapakah luminansi bola kedua ini?

6.  Sebuah lampu pijar 300 watt dengan fluk cahaya spesifik 16 lm/W ditempatkan dalam sebuah bola kaca putih susu, kacanya meneruskan 75 % dari flux cahaya lampu. Kalau luminansi bagian luar bola lampu tidak boleh melebihi 100 cd/m² , berapakah seharusnya diameter minimum bola itu? Lampunya dapat dianggap sebagai suatu sumber cahaya seragam.

7.  Sebuah lampu digantung 3 meter diatas meja. Berapa meter lampu itu harus diturunkan supaya intensitas penerangan dipermukaan meja tersebut menjadi dua kali lipat?

8.  Dua sumber cahaya dengan perbandingan intensitas cahaya 1  :  16, terpisah sejauh 10 m. Dimanakah harus ditempatkan layar sedemikian rupa sehingga intensitas penerangan di kedua sisinya sama ?

9.  Intensitas cahaya sebuah lampu sorot = 2.000.000 cd. Berkas cahaya lampu ini menerangi suatu bidang dengan intensitas penerangan 2 lux. Berapa jarak antara bidang itu dan lampu sorot tersebut

10. Di titik tengah sebuah lampu dengan jari-jari 3 meter ditempatkan sebuah sumber cahaya dari 150 W. Jumlah fluk cahayanya 2000 lm dan merata ke semua jurusan. Tentukan :

a.     Intensitas penerangan di permukaan bola

b.    Flux cahaya spesifiknya

c.     Intensitas cahayanya

 


  

Contoh Perencanaan Instalasi Penerangan Listrik Sebuah Gedung

https://hanijati.blogspot.com/ Berikut ini adalah contoh denah sebuah bangunan Gedung Jurusan Listrik Rencana  B eban Instalasi Peneranganny...