Selasa, 09 Maret 2021

SIMULASI CX PROGRAM DENGAN HMI

 

 

Adalah system yang menghubungkan antara manusia dengan mesin. HMI  (Human Machine Interface) dapat berupa pengendali dan visualisasi status, baik dengan manual maupun melalui visualisasi computer yang bersifat real time.

Cara Simulasi PLC Omron dengan CX Programmer dan CX Designer

Cara membuat simulasi PLC yang telah dibuat pada CX Programmer atau dengan mengunakan CX Designer, adalah untuk mengetahui program yang telah dibuat, apakah bekerja sesuai dengan diharapkan atau tidak?. Perhatikan gambar di bawah ini :




Gambar tersebut adalah contoh pengendalian motor Forward/Reverse dengan menggunakan tombol PB_Forward, PB_Reverse dan PB_Stop. Setelah anda membuat program pada CX Programmer seperti pada gambar di di atas, anda dapat mendemokan simulasi PLC anda dengan memilih pada Menu Simulation, lalu klik Work Online Simulator, atau dengan Shortcut CTRL+SHIFT+W.

Salah satu fitur yang dimiliki oleh paket software CX One adalah software CX Designer. Kita dapat memrogram layar HMI Omron menggunakan software ini. Sehingga kita dapat melakukan pengendalian dan pemantauan alamat bit – bit pada PLC (kecuali bit Channel Input hanya aktif dengan Force ON atau diberi tegangan 24V).  ON/OFF Button dapat digunakan untuk mengaktifkan alamat tertentu dan Bitlamp dapat digunakan dengan untuk memantau kondisi bit yang sedang aktif atau non aktif.

Selain itu, CX Designer dapat digunakan sebagai simulator yang dikombinasikan dengan CX Programmer untuk menguji kerja program PLC sebelum ditransfer ke dalam PLC.  Berikut ini langkah – langkah yang perlu dilakukan :

1.Membuat Program yang akan disimulasikan pada CX Programmer

Program PLC yang dibuat tidak hanya harus benar, tetapi juga harus sesuai prinsip kerja CX Designer. Kita tidak dapat mengendalikan Channel input seperti I:0.00 dan sejenisnya dari layar HMI, sehingga perlu dibuatkan perwakilan dari alamat tersebut. Perhatikan gambar di bawah ini.

Gambar tersebut memiliki prinsip kerja yang sama dengan gambar pertama, hanya diganti internal relay W10.00, W10.01 dan W10.02.

2.Membuat Layar Simulasi di CX Designer

a. Buat Tombol Push Button          



Klik pada Button PB yang bertanda merah di atas, buat menjadi 3 buah.

b. Pengaturan alamat Kontak     


Double Klik pada button, kemudian sesuaikan jenis Kontak dan pengalamatannya. Jika yang anda kehendaki adalah prinsip Push Button, maka pilih Momentary. Untuk pengalamatan, pada Write Address Klik bagian Set1 kemudian isi Address Setting seperti di atas. Sesuaikan dengan kontak pada CX Programmer, misalnya W10.01.

c. Buat Lampu Indikator

Buat 2 buah bit lamp dengan memilih seperti tanda merah pada gambar di atas. Buat menjadi 2 buah sebagai indicator Forward dan Reverse.

d. Pengaturan alamat Output


Double Klik pada Bit lamp, kemudian atur Label nama dan pengalamatan lampu. Seperti saat pengaturan kontak. Pilih alamat Output yang sesuai dengan CX Programmer, misalnya 100.00.

e. Koneksi dengan CX Programmer

Mulai simulasi dengan memilih Tools – Test. Pastikan anda membuka program PLC yang sesuai pada CX Programmer dan dalam kondisi Work Online Simulator.

Pilih Connect to CX Simulator, lalu Klik Start

Atau cara yang lebih singkat dengan memilih PLC-PT Integerated Simulation, ada di sebelah Work Online Simulator pada CX Programmer atau di sebelah Test pada CX Designer.

 Selanjutnya akan tampil layar HMI sesuai yang anda desain, dan simulasi dapat dilakukan.


Anda bisa mulai menggunakan Simulasi PLC tersebut dengan menekan tombol, dan perhatikan apa yang akan terjadi pada lampu indikator tersebut? jika urutan yang anda kerjakan benar, maka nyala lampu akan sesuai dengan alamat Output yang ada di CX Programmer. Pada simulator ini memiliki kekurangan pada respon time yang masih lambat.

 

 Contoh soal

Buatlah visualisasi HMI dengan CX designer pada pengontrolan Motor 3 fasa dengan pengasutan star delta otomatis

 Hasil simulasi :

 Motor 3 fasa dengan pengasutan star delta otomatis. 

Pada kondisi awal K1, K2, dan K3 belum bekerja


Pada saat tombol start ditekan maka K1 dan K2 bekerja (Indikator K1 & K2 menyala) beberapa saat sesuai setting waktunya , menyatakan motor bekerja dalam keadaan star


Selama beberapa saat motor berjalan star sesuai setting waktu maka motor akan bekerja dalam keadaan delta, yang dinyatakan dengan K1 dan K3 bekerja (Indikator K1 & K3 menyala). 
Demikian langkah langkah simulasi CX program dengan HMI, semoga bermanfaat








Sabtu, 06 Maret 2021

Jangan pernah berputus asa

Seorang nelayan mencari ikan di lautan, dia tidak akan pernah tahu apakah ia nanti pulang dengan hasil tangkapan yang banyak, atau sedikit atau bahkan ia tidak mendapat apa apa. Semua dilakukan atas dasar usaha untuk mendapatkan hasil tangkapan. Demikian pula misalnya seorang ingin membaca buku yang letaknya berada di rak buku, adalah mustahil jika buku datang menemuinya, tetapi usaha orang tersebut untuk melangkahkan kakinya, menggerakkan tangannya untuk mengambil buku, membukanya dan kemudian membacanya serta pengetahuannya yang dapat menyimpulkan apa yang ia baca. Anakku.... Janganlah Kamu berputus asa. Berupaya lah sekuat tenaga karena usaha yang baik untuk mencapai tujuan yang baik adalah bagian dari ibadah. Dengan kegagalan dan pengalaman yang telah kamu lalui maka kamu dapat belajar untuk mengambil hikmah, bahwa semua itu akan menguatkan langkahmu menuju kedewasaan cara berpikir. Tua itu pasti, tapi kedewasaan belum tentu didapati dari usia yang tua. Kesabaran , keikhlasan (ridho menerima keputusan Allah) itulah bagian hakikat dari kedewasaan. 

Selasa, 02 Maret 2021

BESARAN DALAM TEKNIK PENERANGAN

 Besaran yang sering digunakan dalam teknik penerangan

1.     Sudut Ruang




2.     Fluk Cahaya 

Adalah jumlah cahaya yang dipancarkan oleh sumber cahaya. Lambang fluks cahaya adalah F (F) satuannya lumen (lm). Satu lumen adalah fluks cahaya yang dipancarkan dalam 1 steradian dari sebuah sumber cahaya 1 cd pada pemukaan bola denganjari-jari R = 1m. Jika fluks cahaya dikaitkan dengan daya listrik maka :Satu watt cahaya dengan panjang gelombang 555mU sama nilainya dengan 680 lumen. Jadi dengan Lamda = 555mU, maka 1 watt cahaya = 680 lumen.

1 watt cahaya  » 680 Lumen( Lm )

Contoh  :        Lampu pijar 100 W » 1400 Lm

Dengan keterangan bahwa sebuah lampu 100W hanya memancarkan kira-kira 8 W sebagai cahaya tampak, sisanya hilang sebagai panas karena konduksi dan radiasi. Dari 8 W setelah dikalikan factor kepekaan mata hanya sisa kira-kira 2,05 wattcahaya. Jadi fluks cahaya lampu 100 W setara dengan 2,05x 680 = 1400 lm. Sedang fluks cahaya spesifik (jumlah lumen per watt) lampu tersebut adalah14 lm/W. 

3.      Intensitas Cahaya (Luminous Intensity)

Intensitas cahaya adalah energy radiasi yang dipancarkan sumber cahaya ke suatu jurusan tertentu, dinyatakan dalam satuan Candela.


Ø  Intensitaspenerangan rata-rata

Intensitas penerangan pada suatu bidang adalah Fluks cahaya yang jatuh pada luas

Permukaan bidang.

Contoh soal :

1.    Suatu ruang berukuran panjang 5 meter dan lebar 4 meter , diterangi dengan fluks cahaya 5000 lm. Hitunglah intensitas penerangan rata-rata pada bidang tersebut :

Jawab  :    

E = F : A

    = 5000  Lumen : ( 4 x 5)

    = 250 Lux


Ø  Intensitas penerangan suatu titik.


Contoh Soal :

*         Sebuah lampu tergantung 2 m diatas meja, intensitas cahaya tegak lurus pada meja

adalah 480 Cd.Tentukan intensitas penerangan tegak lurus diatas meja ?

Jawab :

 

                4.      Luminasi

Adalah suatu ukuran terangnya suatu benda baik pada sumber cahaya maupun pada suatu permukaan. Luminasi yang terlalu besar akan menyilaukan mata (contoh lampu pijar tanpa amatur). Luminasi suatu sumber cahaya dan suatu permukaan yang memantulkan cahayanya adalah intensitasnya dibagi dengan luas semua permukaan. Sedangkan luas semua permukaan adalah luas proyeksi sumber cahaya pada suatu bidang rata yang tegak lurus pada arah pandang, jadi bukan permukaan seluruhnya. Luminasi Ukuran terangnya suatu benda

Luas semu      :  Luas proyeksi sumber cahaya pada bidang rata dan tegak lurus

                     Pada arah pandang.

Contoh :  Bola, luas semunya berupa lingkaran

                5.      Iluminasi (Iluminance)

Iluminasi sering di sebut juga intensitas penerangan atau kekuatan penerangan atau di sebut Tingkat Pencahayaan pada suatu bidang adalah fluks cahaya yang menyinari permukaan suatu bidang. Lambang iluminasi adalah E dengan satuan Lux (Lx).

E = F : A

E = Iluminasi/ Intensitas penerangan (Lux)
F =  Fluk Cahaya (Lumen)
A = Luas permukaan bidang (m2)
A

                6.      Diagram Polar Intensitas Cahaya


Contoh cara membaca diagram polar :

-     Suatu lampu memberikan fluks cahaya 1500 lm, bila diagram polar (Lihat gambar)

Tentukan intensitas cahaya pada sudur 200  ?

(1500 : 1000) x 200 = 300 Cd

-     Sebuah lampu memberikan fluks cahaya 500  Lm.

Tentukan intensitas cahaya pada sudut  600 ?

                          (500 : 1000) x 140 = 70 Cd

-    Sebuah lampu memberikan fluks  cahaya  1000 lm diagram  polar ( lihat gambar).

Tentukan intensitas cahaya pada sudut 500 ?

160 cd ( langsung dibaca pada diagram ) 

                                            

     Diagram polar intensitas cahaya gunanya untuk menentukan intensitas Penerangan pada suatu titik

Contohsoal :

1.  Sebuah lampu pijar digantung 3 meter diatas pusat suatu meja dengan ukuran panjang 2 meter.Lebar 1,5 meter.  Lampu memancarkan 300 cd   kesegala jurusan.Tentukan intensitas penerangan dipusat meja dan sudut-sudut meja ?

Jawab :

Lampu  ( L )  200 W dengan fluks cahaya spesifik 12 Lm/w.

Tentukan intensitas penerangan dititik A dan B ?

Jawab  

FFs . P  =  12 . 200  =  2400 lm






7.     Efikasi

 

Adalah rentang angka perbandinga nantara fluks cahaya (lumen) dengan daya listrik suatu sumber cahaya (watt), dalam satuan lumen/watt. Efikasi juga disebut fluks cahaya spesifik. Tabel berikut ini menunjukkan efikasi dari macam-macam lampu. Efikasi ini biasanya didapat pada data catalog dari suatu produk lampu


Latihan I

1.   Sebutkan besaran-besaran pokok dalam teknik penerangan !

2.   Apa yang dimaksud dengan diagram polar intensitas cahaya ?

3.   Sebutkan hubungan antara intensitas cahaya dengan fluks cahaya dari suatu sumber cahaya !

4.   Sebuah sumber cahaya ditempatkan pada pusat sebuah kaca yang jari-jarinya 2 mIntensitas cahaya sumber cahaya 100 cd.

       a).  Fluks cahaya yang dihasilkan.

b).  Intensitas penerangan pada permukaan baca.

Latihan II

1.  Suatu lantai ukuran 8 x 16 m diterangi dengan flux cahaya 48000 Lumen. Berapakah intensitas penerangan rata-ratanya?

2.  Sebuah lampu pijar digantung2 meter diatas meja, intensitas cahaya ke bawah = 480 cd.Tentukan intensitas penerangan dipermukaan meja tegak lurus dibawah lampu.

3.  Sebuah reflector cermin ditempatkan 2,5 meter diatas suatu meja. Sumbu berkas cahayanya diarahkan tegak lurus ke bawah. Di permukaan meja panjang, tepat dibawah reflector, intensitas penerangannya = 540 lux. Kemudian titik cahayanyadinaikkan menjadi3 m diatas meja panjang. Berapakah sekarang intensitas penerangannya di permukaanmeja tepat dibawah reflector?

4.  Sebuah lampu dari 200 W member 3000 lumen, berapakah flukcahaya spesifiknya dan berapa wattcahaya diberikan oleh lampu itu ?

5.  Sebuah lampu pijar yang ditempatkan dalam sebuah bola kaca putih susu, memberi luminansi 0,3 cd/cm² kepada bola itu. Lampunya kemudian dikeluarkan dari bola kaca tersebut, dan ditempatkan dalam sebuah bola kaca putih susu yang lain, yang diameternya hanya setengah diameter bola yang pertama. Berapakah luminansi bola kedua ini?

6.  Sebuah lampu pijar 300 watt dengan fluk cahaya spesifik 16 lm/W ditempatkan dalam sebuah bola kaca putih susu, kacanya meneruskan 75 % dari flux cahaya lampu. Kalau luminansi bagian luar bola lampu tidak boleh melebihi 100 cd/m² , berapakah seharusnya diameter minimum bola itu? Lampunya dapat dianggap sebagai suatu sumber cahaya seragam.

7.  Sebuah lampu digantung 3 meter diatas meja. Berapa meter lampu itu harus diturunkan supaya intensitas penerangan dipermukaan meja tersebut menjadi dua kali lipat?

8.  Dua sumber cahaya dengan perbandingan intensitas cahaya 1  :  16, terpisah sejauh 10 m. Dimanakah harus ditempatkan layar sedemikian rupa sehingga intensitas penerangan di kedua sisinya sama ?

9.  Intensitas cahaya sebuah lampu sorot = 2.000.000 cd. Berkas cahaya lampu ini menerangi suatu bidang dengan intensitas penerangan 2 lux. Berapa jarak antara bidang itu dan lampu sorot tersebut

10. Di titik tengah sebuah lampu dengan jari-jari 3 meter ditempatkan sebuah sumber cahaya dari 150 W. Jumlah fluk cahayanya 2000 lm dan merata ke semua jurusan. Tentukan :

a.     Intensitas penerangan di permukaan bola

b.    Flux cahaya spesifiknya

c.     Intensitas cahayanya

 


  

Minggu, 28 Februari 2021

Instalasi Penerangan Jalan Umum

 

Oleh Dwi Hani N 

v      ↢ Fungsi Penerangan Jalan

Penerangan jalan mempunyai fungsi antara lain :

  • Meningkatkan keselamatan, keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, khususnya pada malam hari
  • Mendukung keamanan lingkungan
  • Sebagai alat bantu navigasi pengguna jalan
  • Menambah estetika/ keindahan lingkungan

 

 Macam dan sifat khusus jalan

 

Menurut daerah/ lokasi

  • Banyak pejalan kaki dan kendaraan parkir
  • Sedikit pejalan kaki dan sedikit kendaraan parkir
  • Daerah pemukiman

 

Menurut fungsi jalan

  • Express high way
  • Jalan raya utama
  • Jalan raya penghubung
  • Jalan lingkungan

 

 Standard pemasangan PJU menurut klasifikasi jalan dan jenis lampu

 

1. Jalan kelas 1 

Intensitas Penerangan (E) =10 - 15 Lux

a.  express high way (Lebar jalan minimum = 50 meter)

Jenis Lampu SRS201/ SOX 180W, SRP012/SRP152/S0NT 400 W

b.  highway (Lebar jalan  30 - 50 meter)

Jenis lampu SRS201/SOX 18 W,SRP151/SRP152/S0NT 400 W

 

2. Jalan kelas 2 

Intensitas Penerangan (E) = 7 - 10 Lux

a. jalan urat nadi ( Lebar jalan minimum 30meter)

   Jenis lampu SRS201/SOX 180 W

b. jalan penghubung (Lebar jalan minimum 22 m)

   Jenis lampu SRS201/SOX 180 W,KRL41/HPLN 250 W

c.jalan daerah rumah tinggal/residental road (Lebar jalan = 8 – 14 meter) 

   Jenis lampu SOX 135 W


3. Jalan kelas 3 

Intensitas Penerangan (E) = 3 5 Lux  (Lebar jalan = 6 7 meter)

jalan pelayanan (service road)  Jenis lampu HRL11/S0X 90 W


4. Jalan kelas 4

Intensitas Penerangan (E)  sampai dengan 5 Lux (Lebar jalan =1- 4 meter)       

Jenis lampu HRL11/SOX 90 W

  

↢  Menghitung kuat penerangan lampu jalan

Rumus yang digunakan

 Emax = 0,144 . I/H2 (Lux)                                      

Keterangan

Emax     = kuat penerangan maksimum(Lux)

I            = jumlah arus cahaya dari lumen lampu (Cd / Candela)

0,144    = suatu konstanta

H           = tinggi lampu yang di ukur dari permukaan jalan (meter)

Untuk kuat penerangan rata rata (E avg)

E avg     = kuat penerangan rata rata (Lux) 

Kuat penerangan minimum terjadi di tempat terjauh dan jangkauan sinar lampu,kuat penerangan lampu minimum antara kedua sumber cahaya adalah Emin =2x4% Emax

                                                       

  Menentukan tiang lampu jalan


Tiang lampu PJU dipasang pada jalan penghubung dan jalan protokol, ketinggiannya12 meter, 14 meter,16 meter dan cabang 1,2,3,dan 4. Tipe tiang PJU pemasangannya dengan sistim angker pada pondasi beton. Pada jalan 1 arah atau 2 arah yang tidak ada pemisah, tiang dipasang pada kiri kanan jalan dengan jarak 30 meter sampai 40 meter. Untuk jalan 2 arah dengan jarak pemisah (jalur hijau), tiang dipasang di tengah-tengah pemisah jalan dengan tiang cabang 2 , untuk pertigaan memakai tiang cabang 3 ,perempatan memaikai tiang cabang 4, dan tinggi tiang 25 meter

Pengaturan letak lampu

* Jalan satu arah

  • di kiri atau di kanan jalan
  • di kiri atau di kanan jalan berselang seling
  • di kiri atau di kanan jalan berhadapan
  • di bagian tengah jalan

* Jalan dua arah                                

  • di bagian tengah jalan
  • Kombinasi kiri kanan jalan berhadapan dengan di bagain tengah
  • di bagain tengah jalan dengan sistem digantung

Persimpangan                                 

  •  Dapat dilakukan dengan menggunakan lampu menara

-  

Berikut ini beberapa penggambaran penempatan tiang lampu jalan

-    Penempatan Lampu PJU di Kiri/Kanan Jalan di Jalan Dua Arah


-     Penempatan Lampu PJU di Kiri dan Kanan Jalan Berselang-seling di Jalan Dua Arah

 

-          Penempatan Lampu PJU di Kiri dan Kanan Jalan Berhadapan di Jalan Dua Arah

 

-          Penempatan Lampu PJU di Median Jalan di Jalan Dua Arah

 

 

 Menentukan jarak tiang (J) lampu yang dipasang pada satu sisi jalan

Menggunakan rumus



               

Faktor pemakaian adalah perbandingan antara flux cahaya pada bidang yang diterangi dengan flux cahaya yang dihasilkan sumber penerangan.

Kehilangan cahaya pada sumber penerangan jalan dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu:

a. Penurunan kemampuan sumber penerangan (lampu dan armatur) karena umur pemakaian;

b. Pengotoran terhadap armatur, dapat disebabkan pengotoran maupun perubahan sifat penutup armatur;


Pada waktu merencanakan penerangan jalan perlu mengetahui lebar dan kelas jalan, pengaruh lingkungan untuk menentukan depresiasi..Tabel  berikut menunjukkan besar faktor depresiasi cahaya lampu penerangan jalan raya berdasarkan lama pemakaian.

Faktor Depresiasi Cahaya Lampu Penerangan Jalan Raya

Lingkungan

Waktu pemakaian (tahun)

1

2

3

Sangat bersih

Bersih

Sedang

Kotor

Sangat kotor

0,98

0,95

0,92

0,87

0,72

0,94

0,92

0,87

0,81

0,63

0,93

0,90

0,84

0,75

0,57


Intensitas penerangan rata-rata untuk penerangan jalan ditentukan dengan persamaan:

                                                          

Keterangan

E    = intensitas penerangan (lux)

FL  = flux cahaya lampu (lumen)

KP  = koefisien pemakaian, jika tidak diketahui

maka faktor ini dapat ditentukan 0,9

d    = faktor depresiasi cahaya

J     = jarak antar lampu (m)

L    = lebar jalan (m)

Contoh

Sebuah jalan lokal sepanjang 450 m dengan lebar 7,68 m direncanakan dipasang penerangan menggunakan lampu TL. Jarak antar lampu 30 m, diharapkan intensitas penerangan rata-rata 5 lux. Tentukan jumlah dan daya lampu TL yang diperlukan jika faktor depresiasi 0,6 dan koefisien pemakaian dan 0,75.

Penyelesaian:

Jumlah lampu yang diperlukan:

                        n  = (450 m : 30 m) + 1 lampu                                                           

                        = 16 lampu

Intensitas penerangan rata-rata untuk penerangan jalan

jadi  FL = 1920  lumen
Intensitas cahaya tiap lampu = 120 lm

Ditentukan warna cahaya TL day light yang memiliki indeks perubahan warna 94 dan      efikasi 12 lm/W.Jadi daya tiap lampu adalah 10 W

 

  Sistem pengawatan

 

1)   Kabel

   Jenis NYFGBY 600/1000V (ukuran 2,3,4,5,x15.....30mm2)

   tergolong kabel tanah tegangan rendah

    NYFGBY 4 x 50 mm2

    Penghantar utama (feeder cable) dari PHBTR pada sisi tegangan rendah PLN ke box      panel induk PJU

    NYFGBY 4 x 25 mm2

   Kabel penghantar antara panel induk PJU ke panel pembagi dan panel pembagi lainnya

   NYFGBY 4 x 10 mm2

-       Kabel penghubung dari panel pembagi ke tiang PJU satu ke lainnya

2)        2)  Panel induk PJU

Diletakkan tidak jauh dari gardu distribusi PLN. Dalam panel induk dilengkapi          

  • Rel pembagi (tembaga/Cu bare)
  • Saklar magnet 3 kutub 80A
  • 2 saklar engkel untuk lampu tanda
  • 3 pengaman lebur 6A
  • Kawat penghubung
  • Panel ditanahkan dengan BCC 50 mm2

3)         3)  Panel pembagi PJU

 Panel pembagi PJU di tanahkan dengan penghantar BCC 25mm2,terdapat saklar   utama 3 kutub 32A pengaman lebur 9 buah @25A

 

 4)   Sekring tiang PJU

-       Tiap PJU dilengkapi MCB 6A, rel pembagi untuk menyambung kabel

  NYFGBY 4 x 10 mm2 . Tinggi kotak sekring 1,55 meter

 

 5)   Kawat penghubung

      NYY 2 x 2,5 mm2 menghubungkan sekring tiang dengan lampu PJU

-             

  Gambar rencana PJU

Lokasi diketahui, membuat denah, tentukan jarak tiang,(sudah ada standart), pembebanan dan pengelompokkan. Selisih pembebanan antar fasa tidak boleh kurang

(< )dari 200VA

 

 Menghitung biaya

 

Daftar Bahan mengisi list daftar  berikut ini

 

No

Nama bahan

 

Ukuran

Volume

Harga

Satuan

Jumlah

Satuan

Jumlah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TOTAL

 

 

Selanjutna menghitung estimasi biaya

A.    Jumlah harga bahan       .............

B.    Ongkos kerja                    .............

C.    Keuntungan 10%(A+B)   ............

D.    Ppn 5% (A+B+C)               ............

                                                 

  Cara Pemeliharaan dan Perbaikan Lampu Penerangan Jalan Ray 

Untuk meminimalisir gangguan yang disebabkan oleh keadaan lingkungan,  baik karena polusi maupun cuaca, khususnya pada musim hujan akan sering terjadi gangguan pada sistem penerangan jalan. Maka pada sistem penerangan jalan perlu dilaksanakan pemeliharaan yang meliputi penggantian transformator, bola lampu dan kabel serta pembersian armatur lampu karena polusi atau debu. Gambar berikut ini menunjukkan salah satu cara untuk membersihkan lampu pererangan jalan.



Pekerja yang melakukan pemeliharaan dan perbaikan lampu penerangan jalan umum diwajibkan memakai peralatan keselamatan kerja, meliputi sepatu pelindung, kaca mata ultaviolet, helm pelindung, dan sabuk pelindung pekerja dari kemungkinan terjatuh. Contoh sabuk pengaman (harness) ditunjukkan pada  berikut

 




Contoh Perencanaan Instalasi Penerangan Listrik Sebuah Gedung

https://hanijati.blogspot.com/ Berikut ini adalah contoh denah sebuah bangunan Gedung Jurusan Listrik Rencana  B eban Instalasi Peneranganny...